Historia

Demo, Presiden Soeharto Bertahan di Mesir, Mahasiswa Duduki DPR, 12 Mei 1998 Pak Harto Lepas Jabatan

Demo, Presiden Soeharto Bertahan di Mesir, Mahasiswa Duduki DPR, 12 Mei 1998 Pak Harto Lepas Jabatan

Demo, Presiden Soeharto Bertahan di Mesir, Mahasiswa Duduki DPR, 12 Mei 1998 Pak Harto Lepas Jabatan
tribun/kompas
Demo, Presiden Soeharto Bertahan di Mesir, Mahasiswa Duduki DPR, 12 Mei 1998 Pak Harto Lepas Jabatan 

Kedatangannya disambut oleh Presiden Mesir Hosni Mubarak, PM Kamel Ganzouri, Kepala Dewan Kepresidenan Dr Zakaria Azmi, dan Menlu Ali Alatas.

Setelah acara penyambutan yang berlangsung singkat, Presiden Soeharto menuju hotel Sheraton Heliopolis tempatnya menginap selama acara tersebut.

Baca: Pengawal Kivlan Zen: Permisi, Jenderal Kivlan Mau Masuk, Polisi Tetap Menghalanginya untuk Mundur

KTT G-15 Kairo

Acara ini dibuka pada 11 Mei 1998 dan menyinggung masalah krisis ekonomi Asia yang telah mendapat perhatian khusus dari kepala negara/pemerintahan G-15.

Setelah sidang, Presiden Mubarak mengadakan acara makan siang bersama dengan kepala negara/pemerintah G-15 itu. Kemudian dilanjutkan acara keliling kota mengunjungi obyek-obyek wisata di kota itu.

Presiden Soeharto juga diberikan kesempatan mewakili kepala negara/pemerintahan G-15 menggunting pita meresmikan pameran produk dan proyek G-15.

Ikut serta dalam pameran itu, Aljazair, India, Mesir, Malaysia, Senegal, Peru, Zimbabwe, Kenya, Nigeria, Meksiko, Indonesia dan Brazil. Proyek-proyek Mesir tampak paling banyak digelar dalam pameran tersebut.

Presiden Hosni Mubarak secara khusus membawa kepala negara/pemerintahan G-15 ke stand kementerian penerangan yang menunjukkan proses peluncuran satelit Mesir, NileSat, di Perancis.

Baca: Jenderal TNI Benny Moerdani Ngamuk di Acara Kopassus, Kejadian Mengejutkan Banting Baret Merah

Demo, Presiden Soeharto Bertahan di Mesir, Mahasiswa Duduki DPR, 12 Mei 1998 Pak Harto Lepas Jabatan
Demo, Presiden Soeharto Bertahan di Mesir, Mahasiswa Duduki DPR, 12 Mei 1998 Pak Harto Lepas Jabatan (is/kolase)

Soeharto bertolak ke Sharm Al Sheik

Pada 12 Mei 1998, Presiden Soeharto beserta kepala negara/pemerintahan Kelompok 15 (G-15) lainnya tiba di Sharm Al Sheikh yang terletak sekitar 800 km arah tenggara kota Kairo. Mereka kembali meneruskan KTT hari kedua G-15 di kota tersebut.

Dikutip dari Harian Kompas yang terbit pada 13 Mei 1998, Dalam KTT G-15 di Sharm Al Sheikh, telah dibahas beberapa masalah yang menyangkut persoalan dunia ketiga. Namun disebut ada dua agenda utama yang menjadi pembicaraan serius kepala negara/pemerintahan G-15 itu

Pertama, cara mencegah dampak sosial krisis Asia, sehingga kekacauan lebih buruk yang dapat mencegah proses pembangunan dapat dihindarkan. Kedua, agenda dan draf rekomendasi KTT G-15 yang akan disampaikan pada penutupan KTT G-15.

Di Indonesia, pada 12 Mei 1998 kondisi politik kian tak menentu. Sebab, saat itu empat mahasiswa Universitas Trisakti tewas saat melakukan demonstrasi menuntut Soeharto mundur.

Halaman
123
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved