LAPAS NARKOTIKA RUSUH

Update Jumlah Narapidana Lapas Hinai Langkat yang Masih Kabur hingga Jumat Malam

Dari 176 yang kabur, sudah 107 orang yang berhasil diamankan kembali dari lokasi berbeda dan ada yang menyerahkan diri.

Update Jumlah Narapidana Lapas Hinai Langkat yang Masih Kabur hingga Jumat Malam
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas III Langkat ketika pascakerusuhan di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (16/5/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

"Saya sudah banyak mendengarkan apa yang disampaikan mereka (narapidana), dan menjadi masukan langkah-langkah perbaikan. Apapun itu, pasti ada pemeriksaan dulu, itu persyaratan ketika orang dapat reward atau sanksi. Sama syaratnya, ada rekomendasi, harus benar, harus adil. Itu lah dasar kami," imbuhnya menjabarkan.

Tami membenarakan, bahwa ada 21 tuntutan dan desakan napi untuk segera dipenuhi. Di antaranya protes keras terkait dugaan tindakan kekerasan pegawai lapas yang arogan, gratifikasi, pungli, fasilitas yang tidak memadai, sistem lapas yang tidak manusiawi.

"Ada tuntutan yang bisa dipenuhi, ada yang butuh usulan dan pendalamam, ada usulan yang melibatkan pihak lain. Contoh yang melibatkan pihak lain PP 99 kami gak bisa sendiri, tentu ada keputusan dari eksternal yang pro atau tidak mendukung tentang napi pengguna dan bandar narkoba," jelasnya.

Kalapas dan Istri Jualan Pulsa, Makanan dan Minuman

Tami berjanji akan akan menginvstigasi dugaan gratifikasi Kalapas dan istri yang disebut menjadikan napi dan lapas sebagai pasar bisnis pulsa, makanan dan minuman. Parahnya, istri Kalapas bikin kesal para napi karena tanpa wewenang ikut-ikutan lakukan giat razia hingga menelanjangi napi.

"Kami akan investigasi berdasarkan data, bukti dan kesaksian untuk itu, agar jangan ada kesalahan di kemudian hari. Untuk itu kami diutus menteri kemari," jelasnya.

"Untuk tindakan ke depan langkah kami akan revitalisi lapas seperti di tempat lain yang sudah ada pilotingnya sesuai arahan menteri," tambahnya.

DiberitakanTribun-Medan.com sebelumnya, Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara menonaktifkan Kalapas Narkotika Langkat Bachtiar Sitepu untuk sementara waktu.

Nonaktif Kalapas Narkotika Langkat itu, dilakukan sebagai evaluasi dari kericuhan yang terjadi di Lapas Kelas III Narkotika Kabupaten Langkat pada Kamis (16/5/2019 kemarin.

"Langkah pertama, Kalapas kita nonaktifkan bersama kasubsi keamanan," kata Kakanwil Kemenkumham Dewa Putu Gede, Jumat (17/5/2019).

Halaman
123
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved