Perusak Rumah Dituntut Satu Tahun Penjara, Persidangan Pidana Umum Sepi saat Hari Bhakti Adhyaksa

Jaksa sudah memberitahukan secara lisan kepada majelis hakim masing-masing yang menangani perkara.

Perusak Rumah Dituntut Satu Tahun Penjara, Persidangan Pidana Umum Sepi saat Hari Bhakti Adhyaksa
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa kasus pengerusakan rumah terdakwa Zulfan (48) akhirnya dituntut 1 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bachtiar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (22/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa kasus pengerusakan rumah terdakwa Zulfan (48) akhirnya dituntut 1 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bachtiar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (22/7/2019).

Sidang ini juga menjadi satu-satunya sidang kasus pidana umum yang dihelat PN Medan hari ini.

"Meminta Majelis Hakim yang mempersidangkan perkara ini menghukum terdakwa Zulfan karena terbukti melanggar pasal 406 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1)Ke-1 KUHP dengan hukuman 1 tahun penjara," tuturnya dihadapan Hakim Ketua Saiddin Sibagariang.

Terdakwa yang heran tampak tertunduk lemas, Zulfan yang mengenakan kopiah hitam tersebut hanya bisa terdiam sepanjang pembacaan tuntutan.

Dalam dakwaan, bahwa terdakwa Zulfan terbukti menjadi otak pengerusakan rumah milik Rasita Tarigan bersama Dedi Irawan, Surya Yusrinda, Bintoroi Aritonang, Heri Sukamto, Maharis Purba, Happy Tambunan Dan Ahmad Syafil Lubis (dituntut dalam berkas terpisah) pad 05 Maret 2019 di Jalan Pasar Baru No.27, Titi Rante, Medan.

"Terdakwa telah mengambil sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, yang dilakukan oleh dua orang bersama-sama atau lebih," ungkap Jaksa.

Kejadian ini bermula pada 05 Maret 2019 sekitar pukul 12.00 wib, dimana saksi Penalemen Tarigan selaku Keplinh melihat langsung adanya pengerusakan terhadap rumah milik korban Rasita Tarigan yang dilakukan oleh terdakwa dengan menyuruh Dedi Irawan, Surya Yusrinda, Bintoroi Aritonang, Heri Sukamto, Maharis Purba, Happy Tambunan Dan Ahmad Syafil Lubis.

"Mereka menggunakan martil hingga barang-barang berupa kusen pintu kamar yang berjumlah 6 buah terdiri pintu kamar 3 buah, pintu belakang kamar mandi," jelasnya.

Kemudan 7 pelaku diberikan upah masing-masing sebesar Rp.150.000 oleh terdakwa Zulfan dimana selanjutnya barang-barang yang dibongkar dibawa ke Jalan Satria Kelurahan Pahlawan, Medan.

Namun ternyata terdakwa mengambil barang-barang dan merusak rumah saksi korban tidak ada ijin sehingga korban Rasita keberatan dan melaporkan perbuatan terdakwa dan Dedi Irawan, Surya Yusrinda, Bintoroi Aritonang, Heri Sukamto, Maharis Purba, Happy Tambunan Dan Ahmad Syafil Lubis
ke Polsek Medan Timur guna proses selanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved