48 Hari Ditahan, Kivlan Zen Minta Tolong kepada Menhan Ryamizard, Begini Isi Surat Permohonannya 

Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen minta tolong kepada Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.

48 Hari Ditahan, Kivlan Zen Minta Tolong kepada Menhan Ryamizard, Begini Isi Surat Permohonannya 
kolase/dok
Kolase Menhan Ryamizard Ryacudu dan Kivlan Zen 

TRIBUN MEDAN.COM - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen meminta kesediaan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai penjamin penangguhan penahanan.

Permintaan itu dilayangkan Kivlan Zen setelah 48 hari mendekam di sel tahanan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan makar dan penguasaan senjata api ilegal.

Surat permintaan Menhan sebagai penjamin dikirimkan kuasa hukumnya, Tonin Tachta Singarimbun, Senin (22/7/2019).

Dalam foto surat yang diterima Tribunnews.com tersebut, tim pembela hukum Kivlan Zen meminta agar Ryamizard menjamin penangguhan penahanan kliennya.

Selain itu, mereka juga meminta waktu untuk bertemu langsung atau audiensi dengan Ryamizard guna membahas hal tersebut.

Baca: Pendaftaran Dibuka Oktober 2019, BKD Sumut Tunggu Formasi CPNS dan PPPK dari Pusat

Baca: Gara-gara Cacat, Penjelasan Pemkab Solok Selatan Bersikeras Anulir Dokter Gigi Romi Jadi PNS

Baca: Jokowi - Prabowo - Megawati Besok Gelar Pertemuan, Gerindra Putuskan Merapat ke Pemerintahan?

Berikut penggalan dalam surat benomor 17/TPHKZ-ARS/RR/0719 yang diajukan kuasa hukum Kivlan Zen;

"Melalui surat ini kami juga memohon bantuan Bapak mengkomunikasikan dengan Kapolri dan memberikan surat penjaminan guna melepaskan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen dari penahanan oleh Kepolisian yang sudah dijalani sekitar 48 hari dan kami mohon Bapak untuk memberikan waktu audiensi guna kepentingan yang dimaksudkan dalam surat ini,.."

Ketika ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Tonin mengungkapkan sejumlah alasan mengapa pihaknya meminta Ryamizard menjamin penangguhan Kivlan.

"Pak Kivlan beliau ini veteran perang tahun 1973 itu perang di Papua sehingga pangkatnya dari Kapten ke Mayor kenaikan pangkat luar biasa. Pada tahun 1982-1983 ke Timor Timur perang lagi, pangkatnya naik dari Mayor ke Letkol. Jadi kami minta ke Pak Ryamizard sebagai yang membawahi veteran perang," kata Tonin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (22/7/2019).

Tonin juga membandingkan dengan tersangka kasus dugaan penguasaan senjata api ilegal Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko yang mendapat jaminan dari Menko Bidang Maritim Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto beberapa waktu lalu.

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved