Sosok Pimpinan KKB Papua Egianus Kogoya Masih Remaja, Pangdam Cenderawasih Ungkap Salah Paham . . .

Sosok Pimpinan KKB Papua Egianus Kogoya Masih Remaja, Pangdam Cenderawasih Ungkap Salah Paham . . .

Sosok Pimpinan KKB Papua Egianus Kogoya Masih Remaja, Pangdam Cenderawasih Ungkap Salah Paham . . .
ist/kompas
Sosok Pimpinan KKB Papua Egianus Kogoya Masih Remaja, Pangdam Cenderawasih Ungkap Salah Paham . . . 

"Sampaikan sama dia, salam saya untuk Egianus Kogoya segera bergabung ke NKRI," kata Yosua.

Menurut Yosua, pasukan TNI yang ada di Nduga memiliki dua tugas pokok, yaitu penegakan hukum kepada kelompok kriminal bersenjata yang kerap melakukan penembakan dan mengawal pembangunan.

Namun, menurut Yosua, TNI juga dipastikan bisa melakukan langkah persuasif bila kelompok Egianus Kogoya memiliki itikad baik untuk menyerahkan diri dan menyatakan siap bergabung dengan NKRI.

"Bahwa Egianus itu saudara kita semua. Hanya saja saat ini kita lagi tidak sepaham. Untuk itu, kita rangkul dan mengajak dia untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi," kata Yosua.

Baca: Nasib Youtuber KImi Hime Terkini Setelah Disuspsend dan Ditegur Menkominfo, konten Dianggap Vulgar

Baca: WhatsApp Terkini: Cara Mudah Undang Teman di WhatsApp (WA) Gabung di Grup, tanpa Aplikasi Tambahan

Egianus Kogoya Pentolan KKB Papua Paling Dicari

Egianus Kogoya merupakan bos Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang paling sering melakukan penyerangan pada infrastruktur dan personel TNI.

Teranyar KKB Egianus Kogoya menyerang TNI yang mengawal pembangunan Jalan Trans Papua dan menewaskan Prada Usman Hambelo, Sabtu (20/7/2019) dan penyerangan Selasa (23/7/2019) yang gagal total dan bahkan mengakibatkan korban di pihak KKB Papua.

Setelah penyerangan yang gagal total itu, Egianus Kogoya juga memamerkan amunisi yang mereka punya di media sosial.

Jauh sebelumnya, Polri juga mencatat KKB pimpinan Egianus Kogoya juga sudah menebar teror di antaranya:

1. Penembakan pesawat Dimonim Air 

Pada tanggal 22 Juni 2018, pesawat Twin Otter PK-HVU milik maskapai Dimonim Air rute Timika-Kenyam, ditembak di lapangan terbang Kenyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga, oleh kelompok separatis Egianus Kogoya. Akibat peristiwa itu, pesawat yang mengangkut masyarakat sipil rusak. Sementara Co-Pilot Irene Nur Fadila mendapat luka tembak.

2. Penembakan di Bandara Kenyam

Pada 25 Juni 2018, kelompok Egianus Kogoya menembaki pesawat Twin Otter Trigana Air yang saat itu disewa Brimob Polri. Pasukan Brimob ini sedang bertugas untuk mengamankan pilkada. Dua orang juga terluka akibat insiden tersebut.

3. Penyekapan guru dan tenaga medis

Pada Oktober 2018, kelompok Egianus Kogoya pernah menyekap belasan guru yang sedang bekerja di SD YPGRI 1, SMPN 1 dan tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Mapenduma, Nduga.

4. Penembakan di jalan Trans Papua

Pada Desember 2017, pekerja Trans Papua di Kecamatan Mugi diserang kelompok Egianus Kogoya. Pekerja proyek bernama Yovicko Sondakh meninggal dan seorang aparat luka berat.

5. Penyerangan terhadap pekerja PT Istaka Karya

Pada tanggal 1-2 Desember 2018, puluhan karyawan PT Istaka Karya yang bekerja untuk pembangunan jembatan Jalan Trans Papua di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, disandera oleh kelompok ini.

Sebanyak 25 pekerja pembangunan jembatan itu kumpulkan dan dibawa ke Puncak Kabo dan kemudian dieksekusi.

Sebanyak 4 orang berhasil melarikan diri dari eksekusi, 2 orang tak diketahui keberadaannya, dan 19 orang dipastikan tewas berdasarkan keterangan salah satu korban selamat.

6. Penyerangan dan pembunuhan anggota TNI

Pada tanggal 3 Desember 2018, kelompok ini melalukan pengejaran terhadap karyawan yang melarikan diri menuju ke Distrik Mbua.

Kemudian, ketika para karyawan berlindung di Pos TNI 755/Yalet, kelompok ini melalukan penyerangan.

Hal itu mengakibatkan 1 anggota TNI bernama Serda Handoko tewas dan seorang lainnya, Pratu Sugeng mengalami luka-luka.

7. Penembakan helikopter TNI

Sejak tanggal 4 Desember 2018 hingga Rabu (5/12/2018), kelompok separatis Egianus Kogoya masih menduduki Distrik Yigi yang jaraknya 2 jam berjalan kaki dari Distrik Mbua.

Lantas, siapa sebenarnya Egianus Kogoya yang dianggap sebagai tokoh di balik konflik Nduga?

Pengamat Terorisme, Sidney Jones, menyebut kelompok Egianus Kogoya merupakan sempalan dari kelompok pimpinan Kelly Kwalik, komandan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kelly Kwalik tewas dalam penyergapan polisi pada 2009.

Egianus dan anak buahnya, dikenal lebih militan dan mayoritas berusia muda.

Dari catatannya, Egianus pernah membuat keributan saat Pilkada serentak Juli lalu, dalam upaya mencegah pelaksanaan pemilu.

"Biasanya OPM ini terdiri dari faksi-faksi.

Di Nduga, satu faksi yang berkuasa dan sempalan dari Kelly Kwalik yang dulu bergerak di Timika.

Tapi orang-orang ini muda dan lebih militan," ujar Sidney Jones kepada BBC News Indonesia, beberapa waktu lalu.

Kelly Kwalik terbunuh dalam sebuah operasi penyergapan tahun 2009.

Sidney mengharapkan Polri dan TNI menangkap Egianus Kogoya dan anak buahnya dalam keadaan hidup agar aparat bisa memperoleh informasi detail tentang jumlah anggota OPM yang tersisa, juga asal senjata yang didapat.

Ribuan amunisi baru yang diklaim milik KKB Egianus Kogoya
Egianus Kogoya memamerkan ribuan amunisi milik KKB yang dipimpinnya. (facebook/marinus yung)

Ia juga berharap aparat tak serampangan dalam memburu kelompok tersebut apalagi sampai menyerang masyarakat sipil.

"Mudah-mudahan tidak ada penembakan terhadap orang sipil dan tidak ada penyiksaan terhadap orang setempat untuk mendapat informasi. Itu masalah yang terjadi di masa lalu," jelasnya.

Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih Letkol TNI Dax Sianturi mengatakan, Egianus Kogoya merupakan pemimpin OPM yang sebelumnya berafiliasi dengan OPM pimpinan Goliath Tabuni di Kabupaten Puncak Jaya.

Selama terjadi kontak senjata antara TNI dan OPM, menurut Dax, sulit bagi pasukan TNI untuk memastikan keberadaan Egianus.

Sebab, anggota KKB selalu bersembunyi dalam hutan.

Sosok Egianus Kogoya (dilingkari) yang dianggap oleh TNI/Polri sebagai orang yang paling bertanggungjawab terhadap berbagai aksi penembakan di Kabupaten Nduga, Papua
Sosok Egianus Kogoya (dilingkari) yang dianggap oleh TNI/Polri sebagai orang yang paling bertanggungjawab terhadap berbagai aksi penembakan di Kabupaten Nduga, Papua (Istimewa)

Tak hanya itu, keberadaan Egianus Kogoya juga sulit dipastikan karena mereka selalu berpindah tempat setiap melakukan aksi.

Namun, menurut Dax, dapat dipastikan bahwa setiap aksi penembakan di Nduga dilakukan oleh kelompok separatis pimpinan Egianus Kogoya.

Menurut Dax, kelompok Egianus mengedepankan paham politik yang berlawanan dengan pemerintah.

Kelompok Egianus menolak mengakui pemerintah RI.

"Jadi Egianus Kogoya ini dalam catatan kami adalah kelompok yang secara politik bertentangan dengan NKRI.

Tak sedikit dari mereka memiliki catatan kriminal," ujar Dax di Jayapura, Rabu (31/7/2019).

Hingga kini, identitas Egianus Kogoya belum dapat dipastikan. Dax Sianturi pun mengaku tidak memegang data lengkap yang bersangkutan.

Namun, Victor Mambor, seorang jurnalis senior di Papua, mengaku sempat bertemu dengan Egianus Kogoya pada Januari 2019 di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga.

Untuk bertemu dengan Egianus, ia menyebut ada pihak lain yang tidak bisa ia sebutkan membantu untuk membuatkan janji.

Pertemuan pun diatur pada tengah malam.

Sebelum bertemu, Victor Mambor memperkirakan, saat itu ia harus berjalan kaki sekitar 2 jam sebelum tiba di lokasi Egianus.

"Jalan gelap, saya ikut arahan saja.

Saya tidak tahu itu kami jalan ke arah mana, sampai tiba di perkampungan," kata Victor.

Rupanya, Egianus sudah menunggu Victor di dalam sebuah honai (rumah adat suku pegunungan).

Pertemuan pun berlangsung hanya sebentar, sekitar 15 menit.

Victor menggambarkan sosok Egianus seperti remaja.

Begitu pun anak buahnya yang dinilai masih tergolong muda.

"Usianya sekitar 17-18 tahun, yang ada di sekitar Egianus juga masih remaja, usia belasan tahun," ucap Victor.

Dari informasi yang ia dapat, Victor menyebut ayah Egianus bernama Silas Kogoya yang juga merupakan salah satu tokoh OPM.

Namun, kini ayahnya sudah meninggal.

Dari pembicaraan selama 15 menit, Victor menilai Egianus merupakan sosok terpelajar, berbeda dengan masyarakat lain yang ada di pegunungan.

Namun, Egianus yang mengetahui bahwa ia sedang berbicara dengan seorang jurnalis meminta agar hasil pembicaraan mereka tidak diberitakan.

Diminta kembali ke NKRI

Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua P Sembiring meminta Egianus segera menyerahkan diri.

"Sampaikan sama dia, salam saya untuk Egianus Kogoya segera bergabung ke NKRI," kata Yosua.

Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua P Sembiring.
Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua P Sembiring. (kompas.com/Dhias Suwandi)

Menurut Yosua, pasukan TNI yang ada di Nduga memiliki dua tugas pokok, yaitu penegakan hukum kepada kelompok kriminal bersenjata yang kerap melakukan penembakan dan mengawal pembangunan.

Namun, menurut Yosua, TNI juga dipastikan bisa melakukan langkah persuasif bila kelompok Egianus Kogoya memiliki iktikad baik untuk menyerahkan diri dan menyatakan siap bergabung dengan NKRI.

"Bahwa Egianus itu saudara kita semua. Hanya saja saat ini kita lagi tidak sepaham.

Untuk itu, kita rangkul dan mengajak dia untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi," kata Yosua.

Lantas berapa kekuatan KKB Egianus Koyoga saat ini?

Kepastian mengenai jumlah kelompok sparatis tersebut pun sulit didapat karena pergerakan mereka selalu dilakukan di dalam hutan dan sulit terpantau.

Namun, dari sejumlah aksi, pihak TNI memiliki perkiraan mengenai jumlah anggota Egianus Kogoya yang diyakini tersebar di beberapa titik.

"Asumsi kita 50 sampai 60 orang, itu menurut kita yang aktif melakukan aksi.

Tapi, mereka terbagi dalam kelompok-kelompok kecil, jadi mereka tidak seluruhnya berada dalam satu tempat," ujar Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi, melalui sambungan telepon, Kamis (1/8/2019).

Selain sosok Egianus Kogoya, sambung Dax, diyakini belum ada tokoh yang cukup menonjol di kelompok tersebut sehingga seluruh komando masih dikuasai oleh Egianus.

Namun, korelasi kelompok Egianus diperkirakan masih terkait dengan OPM di kabupaten sekitarnya.

"Mereka masih berafiliasi dengan kelompok di Puncak Jaya," kata dia.

Selain itu, setelah tempat latihan OPM di Distrik Mapanduma dikuasai oleh TNI, kini sudah tidak ada lagi tempat penggantinya.

"Sudah tidak ada tempat latihan mereka, sekarang tempat latihan mereka adalah di hutan-hutan mereka berbasis dan selalu berpindah-pindah," terang Dax.

Ia menegaskan, kini pasukan TNI sudah menyebar hampir di seluruh wilayah Nduga.

Hal ini lebih dikarenakan untuk mengamankan pembangunan jalan Trans Papua yang merupakan proyek strategis nasional.

"Di Kabupaten Nduga di setiap 20 KM sudah ada pos TNI Satgas PAM Rawan," ucap dia.

Sosok Pimpinan KKB Papua Egianus Kogoya Masih Remaja, Pangdam Cenderawasih Ungkap Salah Paham . . .

Artikel ini dikompilasi dari bbc news indonesia berjudul: Siapa Egianus Kogoya, 'otak' serangan pekerja proyek di Papua dari Kompas.com dengan judul "Tokoh di Balik Konflik Nduga, Siapa Egianus Kogoya?" dan "Ini Perkiraan TNI tentang Jumlah Kelompok OPM Pimpinan Egianus Kogoya"

tautan asal kompas.com

Sosok Pimpinan KKB Papua Egianus Kogoya Masih Remaja, Pangdam Cenderawasih Ungkap Salah Paham . . .

Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved