FAKTA BARU - Polisi Periksa Dua Pemandi Jenazah Usut Teka-teki Kematian Anggota Paskibra Aurel

Polisi mulai melakukan pemeriksaan terkait kasus kematian mendadak anggota Paskibra Kota Tangerang Selatan Aurellia Quratu Aini (16)

Editor: Juang Naibaho
Istimewa
Aurellia Quratu Aini 

FAKTA BARU - Polisi Periksa Dua Pemandi Jenazah Usut Teka-teki Kematian Anggota Paskibra Aurel

TRIBUN MEDAN.com - Polisi mulai melakukan pemeriksaan terkait kasus kematian mendadak anggota Paskibra Kota Tangerang Selatan Aurellia Quratu Aini (16).

Polisi sudah menggali keterangan dari pemandi jenazah Aurel, sapaan Aurellia Quratu Aini.

Jajaran Polres Tangerang Selatan menggelar rilis terkait anggota Paskibraka tingkat Kota Tangsel ini pada Selasa (13/8/2019).

Jumpa pers ini digelar di Mapolres Tangsel dan dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Sejumlah fakta baru pun dibeberkan polisi. Polisi bahkan menggali informasi hingga meminta keterangan dari pemandi jenazah.

"Pemandi jenazah Aurel juga kami periksa. Ada dua orang yang memandikan jasadnya waktu itu," ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Muharam.

"Pemandi jenazah yang kami mintai keterangan rumahnya berada di dekat kediaman Aurel," imbuhnya.

Baca: Lima Bersaudara Dilantik Jadi Anggota DPRD 2019-2024, Maju dari Parpol Berbeda

Baca: Adian Napitupulu Mendadak Dipanggil ke Istana, Dua Hari Usai Namanya Masuk Daftar Menteri Agraria

Baca: TERUNGKAP Briptu Heidar Bongkar 11 Kasus Kriminal KKB dan Pernyataan Sikap KKB Lekagak Telenggen

Baca: Sepak Terjang KKB Lekagak Telenggen yang Jebak Briptu Heidar, Paling Berbahaya di Segitiga Hitam

Seperti diketahui rumah duka berlokasi di Taman Perumahan Royal 2, Cipondoh, Kota Tangerang. Anggota keluarga Aurel pun sempat mengungkapkan bahwa tubuh gadis berusia 16 tahun ini lebam-lebam.

Aurel dan rekan-rekannya dipaksa untuk push up dengan tangan mengepal oleh oknum seniornya di Paskibraka.

Sela-sela jari siswi SMA Al Azhar BSD itu pun menghitam akibat proses latihan keras yang diberikan oleh oknum senior tersebut.

Bahkan diduga kuat kematian Aurel lantaran adanya persekusi pada tubuh Paskibraka Tangsel. Buku diary merah putih miliknya pun disobek-sobek oleh oknum senior tersebut.

"Soal adanya lebam atau bekas tanda hitam di tangan Aurel itu saya tidak tanya ke pemandi jenazah. Intinya hasil penyelidikan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan atau kontak fisik pada tubuh Aurel. Ini sudah kami mintai langsung keterangan kepada dua pemandi jenazah itu," kata Muharam.

Baca: Mabes Polri Ungkap Identitas Pelaku Penembak Briptu Heidar yang Gugur di Papua, Pakai Senjata Ini

Baca: Akhirnya Pasangan Bule yang Berbuat Tak Senonoh di Tempat Suci Kena Sanksi Adat, Ini Sanksinya

Baca: Polemik ENZO - Jenderal Andika Perkasa Tegaskan Angkatan Darat Pertahankan Enzo Zens Allie

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menyampaikan permintaan maaf terkait kematian Aurel, pada dua pekan lalu.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Airin dalam pertemuan yang diikuti orangtua Aurel, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, pemerhati anak Seto Mulyadi, dan perwakilan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) di Kantor Wali Kota Tangsel, Selasa (13/8/2019).

Sumber: Warta kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved