News Video

BREAKING NEWS, RICUH di DPRD Asahan, 50 Tahun Warga Bukit Kijang Hidup Gelap Gulita

Puluhan massa yang menamakan diri mereka Komite Daerah Pemuda Asahan ini datang ke Kantor DPRD Asahan untuk bertemu dengan Plt Bupati Asahan

BREAKING NEWS, RICUH di DPRD Asahan, 50 Tahun Warga Bukit Kijang Hidup Gelap Gulita
Tribun Medan
Demonstran dan Satpol PP saling dorong di Kantor DPRD Asahan, Jumat (16/8/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Sidang paripurna istimewa mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di gedung DPRD Asahan, Jalan Lintas Sumatera, Kisaran, Jumat (16/8/2019), diwarnai aksi unjuk rasa.

Puluhan massa yang menamakan diri mereka Komite Daerah Pemuda Asahan ini datang ke Kantor DPRD Asahan untuk bertemu dengan Plt Bupati Asahan Surya.

Demontran ingin mempertanyakan kondisi Dusun III Bukit Kijang, Desa Gunung Melayu, Kecamatan Rahuning, yang hampir 50 tahun belum menikmati aliran listrik PLN.

Dalam orasinya, koordinator aksi, Adi Chandra, menyebutkan aksi damai yang mereka lakukan jelang HUT ke 74 Republik Indonesia sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Bukit Kijang.

"Kami mendapat informasi, hampir 50 tahun warga di Bukit Kijang belum dapat pasokan listrik PLN. Itu terjadi karena PLN tidak mendapat izin dari pihak PT Lonsum yang meminta ganti rugi senilai Rp 611 juta kepada Pemkab Asahan," sebut Chandra, dari atas mobil pikap.

Tonton video di lokasi;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

50 Tahun Tak Nikmati Listrik Warga Kirim Surat ke Plt Bupati Asahan, Jawaban Diterima Bikin Sedih

Sudah 50 Tahun Ratusan Warga di Asahan Ini tak Teraliri Listrik PLN

Atas dasar itu, massa meminta klarifikasi dari Plt Bupati atas adanya tuntutan dari PT Lonsum tersebut.

"Kami mempertanyakan CSR PT Lonsum yang diindikasikan tidak transparan dan terkesan seperti tidak tersalurkan untuk pembangunan masyarakat," ujarnya.

Namun, Surya yang tengah berada di dalam ruang paripurna mendegar pidato presiden, belum dapat menemui para pengunjuk rasa.

Utusan dari Pemkab Asahan, yaitu Plt Kasat Pol PP, Kaban Kesbangpol dan Kadis Kominfo yang coba menerima aspirasi ditolak oleh massa.

Akibatnya sempat terjadi saling dorong antara petugas Satpol PP yang berjaga dengan massa yang menuntut kehadiran Plt Bupati Asahan.

Situasi tersebut berhasil diredam, setelah kedua belah pihak sepakat untuk menunggu kehadiran Plt Bupati Asahan usai rapat paripurna istimewa.

Hingga kini, massa masih berada di halaman kantor DPRD Asahan sampai mereka bertemu dengan Plt Bupati Asahan.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved