Viral Medsos
Setelah 10 Tahun Berpisah, Paskibraka Nasional Ini Bertemu dengan Ibunya di Istana, Ini Kisahnya
Paskibraka Pazi menangis bahagia menceritakan pengalamannya berjumpa dengan sang ibu setelah 10 tahun lamanya.
Peryataan tersebut disampaikan pada tayangan Metro Pagi yang tayang di MetroTvpada Sabtu (17/8/2019).
Sebelumnya Menpora Imam Nahrawi menghubungi Koko Ardiansyah lewat video call.
Rekaman video call ini diunggah Menpora di akun instagramnya.
Saat ini Menpora sedang berada di Tanah Suci.
''Alhamdulillaaah bbrp menit lalu saya berhasil menghubungi Koko, setelah semalam berusaha menelepon dari Madinah. Semoga hari ini ada jalan keluar bagi Koko, Sang Calon Paskibra Labuhanbatu Sumut. Bismillaaah.''
Hadir di Istana Negara
Saat ini beredar foto-foto Koko Ardiansyah di Istana Negara, Sabtu (17/8/2019).
Dalam foto, Koko Ardiansyah tampak duduk di tengah para wanita paskibra.
Ia duduk, sedangkan para paskibra nasional berdiri di belakangnya.
Foto ini beredar luas di media sosial Facebook, yang salah satunya dibagikan akun @Wilyanus Bistok Simanjuntak.

"Tahun lalu seorang anak smp diundang Presiden ke Istana Negara karena keberaniannya memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali bendera yang putus.
Tahun ini anak sma dari Labuhan Batu Sumut yang dicoret namanya dari peserta paskibra dan diganti oleh anak Plt. Bupati tanpa seleksi....
KOKO nama yang dicoret, namun dia diundang Menpora untuk menyaksikan langsung di Istana Negara Upacara Bendera HUT RI ke 74."
Demikian postingan Wilyanus Bistok Simanjuntak.

Bahkan Koko sempat berjabat jabat dengan Presiden Jokowi.
Sebelumnya beredar video klarifikasi dari Koko Ardiansyah.
Ia menceritakan kronologi pencopotan namanya sebagai Paskibra Kabupaten Labuhanbatu.
Pernyataan Koko Ardiansyah;
Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV
Berikut pernyataan lengkapnya;
Saya Koko Ardiansyah ingin mengklarifikasi semua berita viral yang membuat masyarakat sudah simpati dengan saya.
Saya di situ (Paskibra Labuhanbatu) cuma sebagai cadangan.
Ada (siswa Labuhanbatu) yang dikirim ke provinsi (Paskibra Sumut) dua orang putra dan yang lolos di provinsi hanya satu orang.
Dan karena hanya satu, satu lagi balik untuk tugas (menjadi paskibra) di kabupaten.
Karena saya cadangan, nama saya lah yang digantikan oleh putra provinsi yang gagal," jelasnya.
Kepada bapak Dinas Pemuda dan Olahraga saya minta maaf untuk berita viral tersebut.
Karena saya tidak tahu kalau perwakilan kabupaten ke provinsi yang lulus hanya satu.
Saya sudah bertemu dengan Pak Kadis dan semua sudah dijelaskan.
Disingkirkan anak pejabat
Kisah Koko Ardiansyah viral dan diunggah pelbagai akun media sosial termasuk Instagram @ndorobeii.
Dalam video berdurasi 6.35 detik, Koko didampingi ibunya menceritakan kisahnya.
Dalam video yang tayang sebanyak 88.439 kali tersebut dia mengaku sedih dan kecewa.
Pasalnya, dia sudah mengikuti beberapa tahapan untuk bisa mengibarkan bendera merah putih pada perayaan kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti.
Remaja yang merupakan anak yatim itu sudah melewati tes fisik dan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB).
Dalam pengumuman pun namanya tertera di urutan nomor 29. Dari situ kemudian dia ikut dalam pengukuran baju dan sepatu.
Namun saat pengumuman untuk karantina, namanya sudah tidak ada lagi.
"Saat itu saya tidak tahu siapa yang menggantikan saya, sekarang saya sudah tahu siapa," katanya dalam video yang diunggah pada Selasa (13/8/2019).
Dalam video itu dia mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya.
Koko Ardiansyah pun tampak beberapa kali mengusap matanya.
Dia mengaku kalau posisinya sebagai Paskibraka digantikan oleh siswa lain anak pejabat tanpa ikut seleksi.
Kekecewaannya karena tidak bisa mendapatkan sertifikat paskibraka.
Padahal, lanjut dia, jika dia bisa menjadi anggota paskibraka di Labuhan Batu, maka untuk mendaftar menjadi anggota TNI akan menjadi gampang.
"Tapi karena gagal, mau gimana lagi. Kecewa lah," katanya.
Koko Ardiansyah pun berharap agar kejadian ini hanya menimpa dirinya saja.
Di tahun-tahun mendatang, dia berharap tidak ada orang yang mengalami hal serupa.
Koko Ardiansyah mengaku memiliki niat yang besar untuk dapat mengibarkan bendera pada 17 Agustus nanti.
"Untuk panitia, kalau bisa yang lebih adil. Kalau digantikan, gantikan yang ikut seleksi dan lebih pantas dari saya. Jangan yang tak ikut seleksi dimasukkan dalam karantina," kata Koko Ardiansyah.
Ramainya kasus tersebut membuat kemenpora bersama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA) menggelar konferensi pers untuk menjelaskan kasus yang menimpa Koko Ardiansyah.
Dalam konferensi pers, Deputi Bidang Pengembangan Kemenpora Asrorun Niam, membenarkan bahwa Koko adalah anggota paskibra cadangan dari Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara.
"Koko itu lulus cadangan, benar juga dia sudah mengukur baju. Tapi yang bersangkutan pada saat penetapan untuk dipanggil masuk pendidikan dan latihan tidak dipanggil," ucap Asrorun Niam.
Alasan yang diberikan pada Koko yaitu sudah ada pengganti untuk dirinya, yang merupakan anak yang tak lulus seleksi provinsi.
"Dengan alasan yang dicadangkan untuk dia itu ada, yaitu calon yang ikut seleksi di tingkat provinsi yaitu dua orang," ucap Asrorun Niam.
Selain itu ia juga membenarkan, bahwa pengganti Koko adalah anak dari PLT Bupati Labuhan Batu.
3. Tekad Salma El Mutafaqqiha Jadi Paskibraka Nasional
