RAMOS HORTA Eks Pemimpin Timor Timur Angkat Bicara soal Papua hingga Seruan Frans Magnis pada OPM

''Sudah hampir 60 tahun Papua dan Papua Barat selalu jadi bagian di bawah pemerintah Indonesia kok tetap belum damai?" lanjut Franz Magnis.

RAMOS HORTA Eks Pemimpin Timor Timur Angkat Bicara soal Papua hingga Seruan Frans Magnis pada OPM
dw indonesia/Ayu Purwaningsih
RAMOS HORTA Eks Pemimpin Timor Timur Angkat Bicara soal Papua hingga Seruan Frans Magnis pada OPM. Ramos Horta, eks Presiden Timor Leste, yang memimpin perjuangan Timor Timur lepas dari Indonesia 

"Papua juga bisa diberikan perlakuan-perlakuan yang diharapkan," kata dia.

Baca: Papua Bergejolak hingga Terjadi Pembakaran Fasilitas Umum, Jenderal Bintang 2 Kelahiran Papua Kecewa

Baca: Detik-detik Satpam Tewas Dipatuk Ular, Iskandar Sempat Bercanda dengan Pegang Kepala Weling Bite

"Bagi saya yang jadi pertanyaan, sudah hampir 60 tahun Papua dan Papua Barat selalu jadi bagian di bawah pemerintah Indonesia kok tetap belum damai?" lanjut Franz Magnis.

Menurut Franz Magnis, masyarakat Papua merasa tak dianggap sehingga insiden rasisme yang terjadi di Surabaya berujung pada kerusuhan.

"Mereka sering merasa tidak dianggap dan itu terlihat dalam security approach.

Kalau ada kerusuhan di Papua, selalu banyak orang tewas daripada di tempat lain.

Mereka merasa bahwa mereka tak dianggap," ujar Franz Magnis.

Baca: Dina Erviana Hembus Nafas Terakhir di Pelukan Kekasih Agus Triyono, Kronologi dan Penjelasan Polisi

Baca: LINK Live Streaming MotoGP Inggris : Jadwal Hari Ini, Valentino Rossi Bangkit, Marquez Pole Position

Adapun dalam konferensi pers tentang Papua dari Gerakan Suluh Kebangsaan tersebut, dihadiri sejumlah tokoh bangsa.

Mereka antara lain mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Cendekiawan Muslim Quraish Shihab, mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab, Rektor UIII Komarudin Hidayat, putri Presiden Keempat RI Gus Dur Alisa Wahid, Achmad Suaedy, Simon Morin, Romo Beny Susetyo dan Romo Franz Magnis Suseno, hingga istri Gus Dur Shinta Nuriyah Wahid.

Bagaimana respons  José Manuel Ramos-Horta, mantan presiden Timor Leste sekaligus penerima hadiah Nobel Perdamaian tahun 1996, menanggapi kerusuhan di Papua baru-baru ini?

Dalam wawancara dengan Deutsche Welle, masalah Papua juga ikut ditanyakan dan beginilah jawaban Ramos Horta. 

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved