Dorlan dan Lamboi Rumapea Tega Pukuli Apparanya Sampai Mati karena Beda Pilihan Calon Kepala Desa

Kasat Reskrim Polres Samosir, Jonser Banjarnahor mengatakan keduanya menganiaya korban Sundung Rumapea (51) di Warung Tuak di Nainggolan, Samosir.

Dorlan dan Lamboi Rumapea Tega Pukuli Apparanya Sampai Mati karena Beda Pilihan Calon Kepala Desa
TRIBUN MEDAN/Humas Polres Samosir
Dorlan dan Lamboi Rumapea Tega Pukuli Apparanya Sampai Mati karena Beda Pilihan Calon Kepala Desa. Kedua pelaku tersangka pembunuhan terhadap Sundung Rumapea saat diamankan Polres Samosir. 

Dorlan dan Lamboi Rumapea Tega Pukuli Apparanya Sampai Mati karena Beda Pilihan Calon Kepala Desa

TRIBUN-MEDAN. com - Dorlan dan Lamboi Rumapea Tega Pukuli Apparanya Sampai Mati karena Beda Pilihan Calon Kepala Desa.

Terduga pelaku pembunuhan, Dorlan Rumapea (50) dan Lamboi Rumapea (35) Warga Huta Silanjang, Desa Hutarihit, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir meringkuk di Sel Tahanan Mako Polres Samosir, Selasa (27/8/2019).

Kasat Reskrim Polres Samosir, Jonser Banjarnahor mengatakan keduanya menganiaya korban Sundung Rumapea (51) di warung tuak di Nainggolan, Samosir.

"Akibat perdebatan tentang beda calon yang didukungnya masing-masing,"ujar Jonser.

Kata Jonser, kronologis perkelahian diawali dari perdebatan tentang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Piilkades) di Kabupaten Samosir pada 31 Oktober 2019 nanti.

Perdebatan tentang beda calon yang didukungnya masing-masing, memicu pembunuhan semarga.

Awalnya, ketika Sundung Rumapea (51) minum tuak bersama teman-temannya di Huta Pagar Nabolak, Desa Hutarihit, Kecamatan Nainggolan pukul 7 Sore hari pada Jumat 23 Agustus 2019 lalu.

Saat bersamaan, terduga pelaku Dorlan Rumapea (50) dan Lamboi Rumapea (35) ikut minum tuak di warung tersebut.

Baca: Ini Cara Polisi Berhasil Ungkap Kasus Istri Sewa Pembunuh Bayaran Bunuh Suami dan Anak Tiri

Baca: Pemko Medan Siap Dukung Percepatan Pembangunan Provinsi Sumut

Baca: Aneh tapi Nyata, Istri Gugat Cerai Suami dengan Alasan Terlalu Sempurna, Baik dan Sangat Patuh

Baca: Minus Natanael Siringoringo dan Ilham Fathoni, Gurning Duetkan Renngur dan Tri Handoko

Antara korban dan pelaku terjadi percekcokan akibat beda dukungan kepala desa.

Halaman
123
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved