Peringati 15 Tahun Kematian Munir, KontraS Minta Pemerintah Usut Kasus Sampai Tuntas

Bunga-bunga itu, kemudian dibagikan kepada para pengendara yang melintas di seputaran Tugu Titik Nol Kota Medan tersebut.

Peringati 15 Tahun Kematian Munir, KontraS Minta Pemerintah Usut Kasus Sampai Tuntas
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi)
Peringati 15 Tahun Kematian Munir, KontraS menggelar aksi pembagian bunga dan teatrikal di Kota Medan minta pemerintah usut kasus Munir sampai tuntas. 

Terkait refleksi untuk penyelesaian kasus HAM, Amin menyebut penyelesaian HAM cuma sekedar lip service dan bahkan cenderung menjadi dagangan politik sebelum pemilu.

Pada kenyataannya, setelah pemilu penuntasan HAM belum menjadi suatu prioritas bagi negara. Itu terbukti sampai hari ini, pelaku-pelaku pelanggaran HAM masih ada dalam lingkup kekuasaan.

Baik di kubu 01 ataupun kubu 02 seperti pemilu yang lalu. Mereka hanya cenderung menjual isu politik dan HAM dalam politik.

"Tapi bagi kita kedua belah pihak terlibat dalam pelanggaran HAM masa lalu. Penyelesaian HAM ini hanya bagian dari gimmick politik bukan keseriusan negara untuk menuntaskannya," tuturnya.

Untuk di Sumut, lanjut Amin menjadi catatan penting bahwa momentum ini tidak jauh beda dengan satu tahun gubernur Sumut menjadi pemimpin.

Seperti janji awalnya untuk menuntaskan konflik agraria, justru belakangan konflik agraria menjadi satu persoalan yang sangat penting.

Karena dibeberapa tempat penggusuran justru terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa contoh kita ambil kasus

Tunggurono, Nambiki dan Sunggal. Dimana KontraS ikut mendampingi kasus tersebut.

"Saya kira Sumut ini menjadi salah satu tempat atau wilayah yang menyumbang angka penyiksaan dan kekerasan aparat keamanan paling tinggi. Masih ada problem demokrasi. Bagaimana kebebasan berpendapat dan berekspresi justru mendapatkan represifitas dari aparat keamanan. Semakin berkembang demokrasi, kita tidak mendapatkan kebebasan," tegas Amin.

Kronologis Pembunuhan Munir di kutip dari berbagai sumber.

Halaman
1234
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved