7 Tips Cerdas Mendaki Gunung dan Makanan yang Harus Dibawa dari Ahli Gizi Rumah Sakit USU

Mie Instan, jaket tipis dan celana pendek menjadi pilihan terbaik anak muda sebab memang benda-benda tersebut mudah didapat dan sangat praktis.

7 Tips Cerdas Mendaki Gunung dan Makanan yang Harus Dibawa dari Ahli Gizi Rumah Sakit USU
TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
7 Tips Cerdas Mendaki Gunung dan Makanan yang Harus Dibawa dari Ahli Gizi Rumah Sakit USU. 

7 Tips Cerdas Mendaki Gunung dan Makanan yang Harus Dibawa dari Ahli Gizi Rumah Sakit USU

TRIBUN-MEDAN.com - 7 Tips Cerdas Mendaki Gunung dan Makanan yang Harus Dibawa dari Ahli Gizi Rumah Sakit USU.

Semakin hari Tren naik gunung dikalangan Millenial semakin populer. Tidak hanya sekadar memuaskan diri, naik gunung juga dianggap sebagai pencapaian yang membanggakan.

Umumnya untuk mendapatkan pencapaian yang memuaskan dan menghasilkan bidikan kamera yang apik dan tetap terlihat modis, tidak jarang anak muda nekat naik gunung dengan persediaan makan, perlengkapan dan peralatan sederhananya.

Mie Instan, jaket tipis dan celana pendek menjadi pilihan terbaik anak muda sebab memang benda-benda tersebut mudah didapat dan sangat praktis.

Pelajar SMA Negeri 1 Berastagi, Boy Saputra membenarkan bahwa Ia memang rutin naik gunung dengan perlengkapan seadanya, Ia beralasan selain berdekatan dengan rumah, membawa banyak barang terlalu ribet.

"Biasanya gerak sama kawan-kawan, kalok nggak sehari dua hari lah, kadang kita berenam cuman bawa satu tenda aja, itupun gak dipake karena kalo diatas ya kita begadang, nyanyi-nyanyi atau keliling-keliling," katanya.

Baca: BREAKING NEWS: Jafri Sastra, Mantan Pelatih PSIS Semarang Resmi jadi Pelatih PSMS Medan

Baca: Giliran PCNU Belanda Tolak Rencana Revisi UU KPK, Bikin Mati Suri hingga Pegawai KPK Gelar Aksi

Baca: Beredar Foto dan Percakapan Akrab Khabib dan McGregor, Drama Selama Ini cuma Settingan?

Untuk persiapan makanan Boy mengaku biasanya membawa mie instan, telur dan ubi untuk dibakar. Ia mengatakan ketiga makanan tersebut wajib dibawa karena selain ukurannya kecil, enteng dan mudah diolah.

"Kalo supermi enteng aja, tinggal rebus, selesai, biasanya kami masing-masing bawak dua telur, trus nanti kami rebus dikawah-kawah yang panas itu, kalok ubi untuk makan malam sambil pasang api, cuman terkadang udah kami rebus dulu di rumah karena cuaca diatas terkadangkan susah buat masang api," katanya.

Sejauh ini Boy merasa aman-aman saja naik gunung dengan perlengkapan seadanya, Ia mengaku bahkan merasa risih apabila melihat pendaki yang membawa tas-tas besar bingga perlengkapan tenda terlalu banyak.

Baca: Sibuk Ngurusin Perusahaan Bikin Gerard Pique Sering Kena Tegur Pelatih Barcelona

Baca: Jawaban Menohok Hotman Paris Terkait Rencana Elza Syarief Lapor ke Jokowi soal Dampratan Nikita

Baca: KPK TERKINI - Lambang KPK Ditutup Kain Hitam, Saut Situmorang: KPK Hari Ini tidak Pernah Takut

Halaman
123
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved