Edy Rahmayadi Segera Ungkap di Balik Kasus Hilangnya Uang Rp1,6 Miliar di Parkiran Kantor Gubernur

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengaku sudah menemukan bukti-bukti.

Edy Rahmayadi Segera Ungkap di Balik Kasus Hilangnya Uang Rp1,6 Miliar di Parkiran Kantor Gubernur
TRIBUN MEDAN/M Andimaz Kahfi
Suasana di parkiran Pemprovsu tempat uang sebesar Rp 1,67 miliar hilang. 

TRIBUN MEDAN.com - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengaku sudah menemukan info penting  terkait raibnya uang milik Pemprov Sumut senilai Rp1,6 miliar dari pelataran parkir, pada pekan lalu.

Uang miliaran rupiah itu ditarik secara tunai oleh Muhammad Aldi Budianto selaku pembantu PPTK TAPD dan tenaga honorer Indrawan Ginting.

"Sudah ada tanda-tanda kami temukan. Nanti kita buktikan apa sebenarnya yang terjadi," ujar Edy usai menghadiri pelantikan seratus anggota DPRD Sumut, di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (16/9/2019).

Edy Rahmayadi tidak menjelaskan tanda-tanda apa yang dimaksudnya sudah didapatkan. Dan ia tidak menjawab apakah uang tersebut benar hilang atau sengaja dihilangkan.

Baca: Soal Uang Rp1,6 Miliar Raib, Gubernur Edy: Cari Itu Sampai Kemanapun!

Baca: Hitungan Menit 4 Perampok Bersenpi Kuras 10 Kg Emas Senilai Rp 4,5 Miliar, Karyawan Toko Emas Pasrah

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi isteri, menyalami para anggota DPRD Sumut terpilih, di ruang sidang Paripurna, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (16/9/2019).
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi isteri, menyalami para anggota DPRD Sumut terpilih, di ruang sidang Paripurna, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (16/9/2019). (Tribun Medan/Satia)

Kepala Inspektorat Provinsi Sumut Lasro Marbun mengaku belum bisa membeberkan informasi apa yang mereka temukan dalam pemeriksaan atas kasus hilangnya uang itu.

Menurut Lasro, tim Inspektorat masih intensif melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait dengan hilangnya uang tersebut.

Lasro mengatakan, pihaknya membutuhkan lima hari kerja untuk mengungkap kasus hilangnya uang Rp 1,6 miliar dari dalam mobil yang terparkir di pelataran parkir Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Senin (9/9/2019).

"Tetapi nanti dilihat dulu apa cukup lima hari. Kalau masih kurang karena datanya belum cukup, kami tambah dua hari lagi. Setelah itu baru kami ungkap hasilnya," sebut mantan Kadis Pendidikan Provinsi DKI Jakarta ini.

(cr19/tribun-medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved