Ngopi Sore

Kenapa Bangga Melihat Anak STM Duel dengan Polisi?

Ada perbedaan mencolok antara jalan para bapak bangsa dan anak-anak STM ini. Sukarno, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka, melawan dengan cara terpelajar.

Kenapa Bangga Melihat Anak STM Duel dengan Polisi?
Tribunnews/Jeprima
Bentrok massa dengan aparat keamanan di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Rabu (25/9). Massa belakangan diketahui merupakan siswa sejumlah STM di Jakarta. 

TENTU saja saya menyepakati aksi unjuk rasa yang terjadi hari-hari belakangan ini di Indonesia.

Keterlanjuran memilih demokrasi sebagai cara bernegara memang menempatkan unjuk rasa sebagai satu di antara mekanisme untuk mengemukakan pendapat dan menyatakan sikap.

Persisnya pendapat dan sikap yang bertolak belakang dengan keputusan atau aturan-aturan yang digariskan para pimpinan.

Manuver yang dilakukan para anggota parlemen di akhir periode kerja yang disambut dengan sikap serba tanggung dan tak tegas dari Presiden Joko Widodo, saya kira memang tidak boleh diamini begitu saja.

Sebagai warga yang baik kita justru tak boleh diam saat mendapati kejanggalan-kejanggalan wacana yang gelagatnya mengarah pada pelemahan negara.

Sebagai warga yang baik kita harus menyatakan pendapat.

Kita harus menolak bagian-bagian yang buruk. Bahkan kalau perlu, melawan.

Ada banyak cara menyatakan pendapat dan bersikap. Bisa melalui opini yang disampaikan di media.

Sekarang sudah jauh lebih mudah.

Sekarang tak perlu lagi mencetak selebaran-selebaran atau koran atau majalah gelap dan menyebarkannya secara klandestin.

Halaman
1234
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved