Semua Komoditas Ada, Co-Founder Yosephine: Aplikasi Pak Tani Digital Sentuh 50 Ribu Mitra Petani

Keberhasilan aplikasi Pak Tani Digital tak terlepas dari andil para pendirinya. Termasuk Co- Foundernya, Yosephine Natalitha Sembiring.

Semua Komoditas Ada, Co-Founder Yosephine: Aplikasi Pak Tani Digital Sentuh 50 Ribu Mitra Petani
Istimewa
Co- Founder Pak Tani Digital, Yosephine Natalitha Sembiring 

"Kita harus menyatukan visi dan misi menjadi aplikasi atau platform pertanian kepada tim karena tim kita otomatis bukan orang-orang yang backgroundnya pertanian. Kita harus berjibaku untuk membangun platform ini. Kita juga tahu orang-orang milenial bukan orang yang sensitif terhadap pertanian, jadi bagaimana kami sebagai tim Pak Tani Digital memang sama-sama mempunyai komitmen untuk melakukan transformasi digital di sektor pertanian," tambahnya.

Ia mengaku Pak Tani digital bisa bertumbuh dan dikenal oleh masyarakat dengan lebih dulu melakukan campain dengan cara organik.

"Kami sering melakukan seminar teknologi, mengedukasi para audiens. Kami juga mengikuti kompetisi, kompetisi bukan berarti kami harus juara tapi juga dengan ikut kompetisi itu adalah kesempatan termurah bagi kami untuk bisa mempresentasikan produk," katanya.

Yosephine mengatakan pihaknya juga berkolaborasi dengan pemerintah yakni Dinas Pertanian Kota Medan dan juga Kementerian Pertanian Indonesia. "Kami membangun brand awareness supaya banyak orang yang tahu tentang Pak Tani Digital, secara konsisten kita juga kenalkan Pak Tani Digital melalui media sosial," ucapnya.

Di sisi lain, Yosephine juga suka belajar, mengajar dan berbagi, ia tidak bisa diam untuk berpikir kreatif, dan menyukai kolaborasi. Ia juga berperan sebagai dosen sekaligus pengusaha percetakan dengan brand, Sablon Medan.

"Sudah tujuh tahun bisnis Sablon Medan kita ini, kita mendesain kain, menjahit dan sablon dalam satu rumah produksi," katanya.

Meskipun begitu, diakui Yosephine ia pernah jatuh bangun dalam mengawali bisnisnya tersebut. Pengeluaran yang banyak dibandingkan pemasukan membuatnya pernah kewalahan mengatur gaji karyawan.

"Tapi saya tetap semangat, saya intropeksi diri dan yakin, pasti kita akan mendapat yang baik," tambahnya.

Ia juga menceritakan saat masa-masa kecilnya ia juga menyukai belajar. Saat masa kuliah, ia juga bekerja sebagai pegawai. Tak hanya itu saja, Yosephine juga pernah bekerja di organisasi kemanusiaan.

"Sukses buat saya itu bisa bermanfaat bagi orang lain, saya tahu visi dan misi saya dalam hidup dan saya kerjakan dengan sungguh-sungguh. Dalam prosesnya itu bisa memberikan kemanfaatkan bagi orang lain itulah sukses," katanya.

Halaman
123
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved