Ngopi Sore
Wiranto Sang Public Enemy, Siapa Menikamnya?
Hampir semua pejabat di lingkaran terdekat Presiden Joko Widodo punya musuh. Namun musuh Wiranto terbilang yang paling banyak.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
Pernyataan-pernyataan Wiranto yang kontroversial; ngawur, konyol, seringkali menyakitkan hati orang-orang yang mendengarnya. Teranyar adalah soal pengungsi bencana gempa bumi.
Tidak terhitung banyaknya mahasiswa dan mantan mahasiswa yang tak menyukainya. Juga aktivis dan mantan aktivis. Bukan sebatas politik. Aktivis sosial, aktivis lingkungan hidup, juga menaruh ketidaksukaan kepadanya. 'Tak ada yang abadi, kecuali Wiranto', demikian anekdot satir yang mengemuka.
Belum lagi para pensiunan jenderal yang berseberangan kubu dengan dia. Baik yang memendam dendam lama saat masih sama-sama belum berstatus purnawirawan, maupun yang baru bermusuhan setelah pensiun. Beberapa waktu lalu, Wiranto menjadi sasaran pembunuhan yang disebut-sebut didalangi kolega lamanya di ketentaraan, Kivlan Zein.
Kelompok-kelompok radikal juga menaruh dendam kesumat padanya. Riwayat Wiranto dengan kelompok-kelompok ini berkelindan nyaris sempurna.
Sejumlah kalangan menudingnya terlibat dalam. Bukan hanya "dekat", melainkan juga turut berperan melahirkan, membesarkan, dan memelihara. kelompok-kelompok ini, setelah "tidak terpakai", lantas dibunuh. Sisa-sisa sel, memberontak. Balik melawan.
Hanya saja, sampai sekarang, tudingan-tudingan ini tidak pernah bisa dibuktikan. Berhenti pada sekadar cerita, yang makin ke sini, lantaran makin tiada jelas juntrungannya, mulai mengerucut jadi mitos.
Begitu pun, apa yang menyeruak di media sosial, saya kira tidak baik juga. Perut Wiranto dirobek pisau ninja dan banyak yang mensyukurinya. Malah tidak sedikit yang bilang, dengan nada menyayangkan, kenapa cuma sebegitu. Kenapa sekadar luka.
Alangkah menyedihkan. Indonesia adalah negara bagi orang-orang beragama, dan saya kira, tidak ada agama yang mengajarkan sumpah serapah pada umatnya. Tak ada agama yang menganjurkan umatnya mengutuk. Tak terkecuali pada orang yang dibenci.(t agus khaidir)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wiranto3.jpg)