Virus Kolera Babi Mewabah, 1.004 Ekor Babi Peternak di Dairi Mati

babi-babi miliknya tidak pernah keluar alias selalu di kandang. Sepanjang tahun ini, ia belum pernah membeli babi baru.

Virus Kolera Babi Mewabah, 1.004 Ekor Babi Peternak di Dairi Mati
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Peternak babi di Desa Lae Nuaha, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi mengamati babi ternakannya, yang terbujur lesu di lantai kandang. Diduga kuat babinya yang tinggal seekor itu sudah terpapar virus kolera babi. Foto diambil Jumat (18/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Virus hog cholera atau kolera babi telah menewaskan seribu ekor lebih ternak babi masyarakat di Kabupaten Dairi. Nikson Situmorang, salah satu peternak babi di Dusun Liangboro, Desa Lae Nuaha, Kecamatan Siempat Nempu Hulu mengaku, 55 ekor babinya mati tiba-tiba.

"Ada 1 ½ ton kutaksir berat seluruhnya. Semua ada 55 ekor. Tujuh induk, sembilan ekor ukuran 30-40 kg, dan lainnya masih anak-anak berukuran sebesar kucing," kata Nikson saat ditemui Tribun Medan di rumahnya, Jumat (18/7/2019).

Nikson mengungkapkan, babi-babi miliknya tidak pernah keluar alias selalu di kandang. Sepanjang tahun ini, ia belum pernah membeli babi baru.

"Saat babi-babi saya mati tiba-tiba, saya enggak heran juga. Sebab, sudah banyak juga babi orang lain yang mati sebelum saya," ujar Nikson.

Nikson kini hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan tersebut. Babi yang tersisa di kandang-kandangnya tinggal satu ekor.

"Masih banyak dedakku di gudang. Enggak tahu mau kuarahkan ke mana. Babi yang mau dikasih makan tinggal satu. Itu pun lemas, malas makan sudah," tandas Nikson.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dairi, Posmatua Manurung didampingi Kepala Dinas Pertanian, Herlina Lumbantobing menjelaskan, Pemkab Dairi membentuk tim gabungan lintas OPD, terdiri atas Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Satpol PP, BPBD, dan pemerintah kecamatan se-Dairi, untuk mengantisipasi situasi ini.

Kata Posmatua, serangan wabah kolera babi terjadi di 13 kecamatan. Berdasarkan pemeriksaan 12 sampel oleh Balai Veteriner Regional I Medan, lanjut Posma, tiga sampel babi mati dinyatakan positif Hog Cholera.

Sementara, sembilan sampel lagi masih dalam proses pemeriksaan lanjutan sebagai virus African Swine Fever.

"Hingga saat ini, dokter hewan kita masih fokus mencegah penyebaran," ujar Posma saat konferensi pers di Sidikalang, Jumat (18/10/2019).

Halaman
12
Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved