Virus Kolera Babi Mewabah, 1.004 Ekor Babi Peternak di Dairi Mati

babi-babi miliknya tidak pernah keluar alias selalu di kandang. Sepanjang tahun ini, ia belum pernah membeli babi baru.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Peternak babi di Desa Lae Nuaha, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi mengamati babi ternakannya, yang terbujur lesu di lantai kandang. Diduga kuat babinya yang tinggal seekor itu sudah terpapar virus kolera babi. Foto diambil Jumat (18/10/2019). 

"Kalau sudah mengalami gejala itu, tingkat kematian babi mencapai 100 persen," kata Posma.

Menyikapi fenomena ini, kata Posma, Pemkab Dairi telah melakukan tindakan preventif dan penanggulangan di tengah masyarakat, yaitu melakukan desinfeksi kandang ternak dan vaksinasi, kemudian mengambil sampel darah dan organ babi mati untuk diperiksa di laboratorium Balai Veteriner Regional I Medan, hingga sosialisasi serta pembagian desinfektan, obat, dan vaksin gratis.

"Kita juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang bangkai babi terserang virus secara sembarangan, melainkan dibakar, lalu dikubur," pungkas Posma.

Sementara itu, Kasi Kesmavet pada Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Dairi, Dedy Sofian Ujung menjelaskan, virus kolera babi menyebar lewat persentuhan cairan tubuh babi yang telah terpapar virus.

"Bisa lewat kotoran, ataupun persentuhan. Begitu cara penularan virus ini dari babi sakit ke babi sehat," terang Dedy yang ditemui Tribun Medan terpisah.

Dedy mengatakan, virus ini menyerang organ pencernaaan babi.

"Virus ini membusukkan organ dalam babi," kata Dedy.

Ia menambahkan, para peternak babi diimbau untuk mengkarantina ternak babi masing-masing hingga wabah ini betul-betul selesai ditanggulangi.

(cr16/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved