Empat Kolonel Legendaris yang Lebih Disegani daripada Perwira Tinggi TNI

Kolonel yang namanya akan abadi: Kolonel Bambang Soepeno, Kolonel Zulkifli Lubis, Kolonel Inf (Purn) Alex Evert Kawilarang dan Kol Inf (Purn) Matrodji

Empat Kolonel Legendaris yang Lebih Disegani daripada Perwira Tinggi TNI
Wikipedia
Kolonel Bambang Soepeno, Kolonel Zulkifli Lubis, Kolonel Inf (Purn) Alex Evert Kawilarang 

Empat Kolonel Legendaris yang Lebih Disegani daripada Perwira Tinggi TNI

TRIBUN-MEDAN.com - Sebagian besar generasi muda yang bergabung dalam TNI, khususnya yang melalui jalur Akademi TNI (Akmil, AAL dan AAU), tentu menyimpan cita-cita menjadi jenderal kelak, setidak-tidaknya bintang satu (brigjen).

Karena dalam pembicaraan sehari-hari di lingkungan TNI (juga Polri), semuanya disebut jenderal, adapun sebutan brigjen, mayjen, dan seterusnya, hanya untuk urusan administratif.

Namun mengingat posisi jabatan untuk strata perwira tinggi (pati) lebih terbatas, tidak semua lulusan Akademi TNI bisa menjadi jenderal. Harus diakui persaingan menuju strata pati sangat ketat.

Sampai tahun 1950-an, pangkat tertinggi TNI AD adalah kolonel, termasuk posisi KSAD (AH Nasution dan Bambang Sugeng).

Dalam masa itu muncul sejumlah kolonel yang kemudian menjadi sangat terkenal, beberapa di antaranya akan dibahas dalam tulisan ini.

Kolonel dimaksud, dengan berbagai alasan tidak sempat mencapai strata pati, hingga saat pensiun tiba.

Ada beragam alasan atau sebab, mengapa seorang perwira tidak sampai mencapai strata pati, yang secara singkat kemudian disebut sebagai “garis tangan”.

Jadi semata-mata ini hanyalah persoalan nasib. Itu sebabnya diperkenalkan nilai legowo (besar hati), sebagai upaya penghiburan bagi pamen (perwira menengah) yang gagal mencapai pangkat jenderal.

Kolonel Purn Alex Evert Kawilarang
Kolonel Purn Alex Evert Kawilarang (Wikipedia)

Perwira Pemikir

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved