Empat Kolonel Legendaris yang Lebih Disegani daripada Perwira Tinggi TNI

Kolonel yang namanya akan abadi: Kolonel Bambang Soepeno, Kolonel Zulkifli Lubis, Kolonel Inf (Purn) Alex Evert Kawilarang dan Kol Inf (Purn) Matrodji

Empat Kolonel Legendaris yang Lebih Disegani daripada Perwira Tinggi TNI
Wikipedia
Kolonel Bambang Soepeno, Kolonel Zulkifli Lubis, Kolonel Inf (Purn) Alex Evert Kawilarang 

Secemerlang apapun pemikiran Lubis dan Bambang Soepeno, pada akhirnya karir keduanya kandas, disebabkan perbedaan pandangan (baca: faksi) dengan KSAD AH Nasution.

Perjalanan karir Nasution sendiri terbilang unik, hal itu bisa menjelaskan mengapa Nasution terkesan kurang nyaman, bila ada perwira lain yang secara intelektual setara dengannya.

Pengalaman tempur Nasution sendiri boleh dibilang minim, karena dengan hanya berlatar status taruna senior pada Akademi Militer Bandung (cabang KMA Breda), Nasution langsung melejit menjadi Panglima Divisi Siliwangi di periode awal Perang Kemerdekaan.

Pengalaman lapangan yang minim itulah, yang turut andil membentuk jati diri Nasution sebagai perwira, yang lebih kuat aspek politisnya ketimbang teknis kemiliteran.

Dalam hal pengalaman tempur di lapangan, Nasution masih di bawah perwira segenerasinya, seperti Kolonel AE Kawilarang, Letkol Slamet Rijadi, Letkol Vence Sumual, Kolonel Joop Warouw, dan seterusnya.

Bahkan dibanding perwira yang pangkatnya lebih rendah sekalipun, seperti Mayor Dee Gerungan.

Kolonel Bambang Soepeno
Kolonel Bambang Soepeno (Wikipedia)

Petarung Sejati

Dibanding Zulkifli Lubis dan Bambang Soempeno, bisa jadi nasib Alex Evert Kawilarang (biasa disingkat AE Kawilarang) sedikit lebih “beruntung”. Setidaknya namanya akan disebut setahun sekali, saat peringatan hari jadi Korps Baret Merah (Kopassus).

Alex Kawilarang (bersama Brigjen Anumerta Ign Slamet Rijadi) dianggap sebagai pegagas pembentukan pasukan khusus TNI AD, yang kini dikenal sebagai Kopassus.

Gagasan itu lahir ketika Kawilarang dan Slamet Rijadi, memimpin operasi penumpasan Gerakan RMS di Maluku, keduanya terkesan dengan performa pasukan khusus eks KNIL, yang tergabung dalam gerakan RMS.

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved