Guru SD di Simalungun Mogok Kerja, Orang Tua Murid Rela Menyumbang Rp20 Ribu

Mogok kerja ini membuat murid di empat kelas hanya belajar di kelas tanpa guru.

Guru SD di Simalungun Mogok Kerja, Orang Tua Murid Rela Menyumbang Rp20 Ribu
Tribun Medan/Tommy Simatupang
Para murid sedang belajar di kelas SD Negeri Parbalohan Tigaras Kabupaten Simalungun, Selasa (14/1/2020). 

Arya mengatakan kebijakan yang dikeluarkan Pemkab Simalungun membuat anak murid terlantar.

Kata Arya, orang tua sudah sepakat menyumbangkan Rp20 ribu per siswa untuk menggaji honorer.

Kepala Sekolah SD Negeri Parbalohan Jon Tiar Sinaga mengatakan sudah memberikan solusi kepada honorer untuk tetap mengajar. Kata Jon Tiar, para orang tua murid sudah sepakat untuk menyumbangkan uang untuk menggaji guru honorer.

"Solusinya dipekerjakan lagi guru honorer. Gaji bantuan dari komite, bantuan kepala desa itulah rapat kami kemarin. Setiap guru nanti bisa dapat Rp 400 ribu per bulan," ujarnya.

Saat ditanya sampai kapan kebijakan seperti itu berlaku, Jon Tiar mengatakan akan melihat perkembangan. Ia mengatakan paling lama bulan Januari ini.

Ia juga tak memaksa setiap guru honorer untuk memperpanjang SK karena terdengar kabar ada pembiayaan hingga Rp14 juta.

Jon Tiar bekeras tidak dapat menggunakan Dana BOS untuk gaji guru honorer.

"Kalau itu memang PTT dari dinas SK-nya. Kalau SK honorer asa dari komite dan saya. Jadi, ini karena belum keluar SK mereka. Mungkin gak dari pemda lagi karena gak diperpanjang. Kalau membayar, enggak usah. Kalah kau anggap murid sebagai anakmu, ajarlah. Kita lihat sampai Januari inilah. Kita habiskanlah dulu Januari ini," katanya.

Dihubungi terpisah, Ketua Forum Guru Honorer Simalungun Ganda Armando Silalahi mengaku sudah menyampaikan aspirasi guru ke DPRD.

Ia mengatakan tidak ada biaya untuk memperpanjang SK di tahun 2020.

Halaman
123
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved