Medan Speedcubing Borong 6 Medali Kejuaraan Rubik Internasional Jakarta Open 2020

Rubik saat ini banyak dipertandingkan di berbagai arena dari tingkat nasional hingga internasional yang diikuti oleh perwakilan dari komunitas

Medan Speedcubing Borong 6 Medali Kejuaraan Rubik Internasional Jakarta Open 2020
Istimewa
Dokumentasi Anggota Medan Speedcubing yang menerima medali dalam Kejuaraan Rubik Jakarta Open 2020 di Jakarta beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Rubik saat ini banyak dipertandingkan di berbagai arena dari tingkat nasional hingga internasional yang diikuti oleh perwakilan dari komunitas.

Diantaranya yaitu Komunitas Medan Speedcubing di ajang Jakarta Open 2020 pada Januari 2020.

Kompetisi Jakarta Open 2020 ini merupakan kompetisi berskala internasional di bawah naungan World Cube Association (WCA) yang diikuti oleh 148 peserta diantaranya Indonesia, Australia, Jepang, dan Amerika Serikat, Rabu (22/1/2020).

Perwakilan dari Medan Speedcubing yaitu Michael dan Wilson Alvis memborong total enam medali. Kategori yang dimenangkan Michael yaitu perolehan satu emas di cabang Clock, satu perak di cabang Square-1, dan satu perunggu di cabang 5x5.

Selanjutnya kategori yang dimenangkan Wilson Alvis yaitu dua perak di cabang 4x4 dan 5x5, dan satu perunggu di cabang 3x3.

Anggota Medan Speedcubing, Michael yang mengikuti ajang Jakarta Open 2020 mengungkapkan bahwa pertandingan di Jakarta Open 2020 ini bisa dikatakan cukup sulit untuk memenangkan beberapa kategori pertandingan.

"Persaingannya cukup ketat, karena terdapat beberapa pemegang rekor nasional yang bertanding disana. Kalau cabang yang paling sulit itu kategori 3x3 karena pemain memiliki rata-rata waktu yang hampir sama, dan hanya terdapat perbedaan maksimal," ungkap Michael.

Kompetisi di Jakarta Open 2020 memiliki 12 kategori diantaranya 3x3, 2x2, 4x4, 5x5, 3x3 Blindfolded, 3x3 One-Handed, Clock, Pyraminx, Skweb, Square-1, 4x4 Blindfolded, 3x3 Multi-Blind.

Persiapan yang dilakukan dari anggota Medan Speedcubing juga lebih ekstra dari latihan rutin yang biasa dijalankan. Ia menuturkan bahwa fisik sehat menjadi kunci dalam tingkat kefokusan.

"Persiapan yang pastinya kondisi fisik harus tetap sehat agar fokus dapat terjaga, latihan yang cukup beberapa minggu atau beberapa bulan, kondisi rubik dalam keadaan sehat untuk dipakai berkompetisi," ujarnya.

Michael Juga berharap setelah kompetisi ini Medan Speedcubing dapat terus meraih prestasi dan ranking.

"Mudah-mudahan dapat prestasi yang lebih banyak, ranking anggota semakin tinggi di Indonesia maupun dunia," pungkasnya. (cr13)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved