Komunitas Lintas Iman YIPC Sumut Wadahi Anak Muda Dialog Keberagaman Agama

Komunitas lintas iman, Youth Interfaith Peacemaker Camp (YIPC) Sumatera Utara mewadahi anak muda untuk berdialog dan berdiskusi mengenai keagamaan.

Komunitas Lintas Iman YIPC Sumut Wadahi Anak Muda Dialog Keberagaman Agama
Dok YIPC
Suasana Diskusi Lintas Iman YIPC dalam kunjungan ke BEM STT Abdi Sabda beberapa waktu lalu. BEM dan YIPC sepakat bahwa perdamaian harus dijunjung tinggi sebagai landasan toleransi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Diskusi mengenai keagamaan dan perdamaian kerap kali dianggap berat bagi sebagian orang. Banyak yang menilai bahwa membahas mengenai agama hanya akan menimbulkan perdebatan tiada ujung.

Bersamaan dengan hal tersebut, komunitas lintas iman, Youth Interfaith Peacemaker Camp (YIPC) Sumatera Utara mewadahi anak muda untuk berdialog dan berdiskusi mengenai keagamaan dan kedamaian yang berpusat di Yogyakarta. YIPC ini sudah tersebar di berbagai daerah seperti Salatiga, Medan, Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Fasilitator YIPC Sumut, Nasse Dauli menuturkan bahwa YIPC Sumut ini merupakan komunitas yang bergerak di bidang generasi pembawa damai melalui anak muda.

"Kita ini bergerak untuk menciptakan generasi muda untuk menyebarkan nilai-nilai perdamaian. Juga syarat untuk bergabung ke YIPC ini yaitu bagi agama Islam, Katolik dan Protestan. Tapi kegiatan ini tidak tertutup untuk aliran kepercayaan lain," ujar Nasse, Rabu (29/1/2020).

Nasse menjelaskan bahwa ketika melakukan dialog agama tidak hanya berdasarkan ucapan saja namun memiliki sumber yaitu Alquran dan Alkitab.

Dalam membahas mengenai dialog keagamaan dan kedamaian, YIPC rutin melakukan kunjungan ke komunitas keagamaan seperti HMI, GMKI, dan Parmalim.

"Kita berusaha hadir untuk berinteraksi dan tujuan kita itu untuk berdamai dengan diri sendiri, lingkungan, sesama, dan Tuhan. Ketika kita berkunjung juga berdialog dengan pemuka agama disana, mengenai ajarannya," ungkapnya.

Komunitas yang terbentuk di tahun 2013 ini sudah memiliki anggota sebanyak 30 anggota. Diantaranya ada Nurjelita yang tertarik bergabung di YIPC karena keinginannya memperluas pertemanan kepada pemeluk agama lain.

"Alasan saya mengikuti kegiatan yipc karena awalnya saya tidak mempunyai teman dari luar agama saya sehingga pengetahuan tentang agama lain sangat minim. Selain itu saya juga mempunyai ketertarikan untuk mengetahui pemeluk agama orang lain," ujar Jelita.

Jelita juga mengungkapkan bahwa banyak pengalaman berkesan ketika bergabung ke dalam komunitas lintas agama ini.

Halaman
12
Penulis: Kartika Sari
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved