UPDATE Covid19 Sumut 29 Mei 2020
TERTINGGI di Sumut, Sehari Bertambah 38 Pasien Positif Covid-19, Kini Sudah Tembus 400 Orang
Kasus penularan virus Corona di Sumatera Utara mencatatkan angka tertinggi pada Jumat (29/5/2020) hari ini.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus penularan virus Corona di Sumatera Utara mencatatkan angka tertinggi pada Jumat (29/5/2020) hari ini.
Dalam waktu satu hari terjadi penambahan 38 kasus baru positif covid-19.
Total sudah 400 orang terinfeksi virus Corona hingga Jumat (29/5/2020) pukul 16.00 WIB.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan menyebutkan bahwa ini pertama kali mencapai angka 400 pasien.
"Update pasien Covid19 untuk pasien positif metode PCR hari ini berumlah 400 orang. Mengalami peningkatan 38 orang," tutur Whiko.
• KPK pun Heran Pemprov Sumut Pakai Jasa Pihak Ketiga Untuk Live Streaming Covid-19, Habiskan Miliaran
• Usai Tikam Paman, Rizki Sirait Sempat Bawa Korban ke Rumah Sakit lalu Kabur dengan Istri ke Batubara
Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang saat ini dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumut masih sama dengan data sebelumnya, yakni 137 orang.
Begitu juga dengan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yakni 311 orang.
Sementara untuk pasien yang sembuh dan meninggal dunia tetap dengan angka yang sebelumnya, yakni pasien sembuh sebanyak 118 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 37 orang.
Whiko menegaskan bahwa Penambahan pasien terpapar virus corona masih terus terjadi di Sumut, untuk itu ia meminta agar masyarakat tetap patuh mengikuti protokol kesehatan.
"Saudara-saudara sekalian ini gambaran yang sangat tegas yang bisa kita lihat bahwa penambahan kasus baru masih terus terjadi.
Pembawa virus ini masih berada di tengah-tengah kita, inilah yang berkali-kali disebutkan sebagai orang tanpa gejala.
Sedangkan di dalam tubuhnya membawa virus, oleh karena itu mencuci tangan menggunakan sabun adalah cara yang paling bagus untuk kemudian memberikan kemungkinan cemaran dari orang tanpa gejala ini misalnya yang mengenai benda-benda di sekitarnya bisa terhindar," ujarnya.
• Rekaman Suasana Mencekam di Angkola, Warga Bawa Senjata Tajam hingga Berniat Serang Kantor Polisi
• BREAKING NEWS, Berduel Gara-gara Becak, Keponakan Bunuh Paman di Medan Johor
Data Nasional
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, terdapat cukup banyak provinsi yang tidak mengalami penambahan kasus baru virus corona pada Jumat (29/5/2020).
Berdasarkan data pemerintah, ada delapan provinsi yang tidak memiliki penambahan pasien baru Covid-19.
"Hari ini cukup banyak provinsi yang tidak kita temukan kasus positif, di antaranya Aceh, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat," ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jumat sore.
Selain itu, empat provinsi lainnya yakni, Kalimantan Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.
• NASIB Ruslan Buton Panglima Eks Trimatra Nusantara setelah Diciduk, Ini Penjelasan Mabes Polri
• Ketinggalan Pesawat, Pria Ini Melarikan Diri Ketika Ketahuan Bawa Uang Tunai Rp 2 Miliar
Penambahan jumlah pasien
Sementara itu, berdasarkan data yang dipaparkan Yuri, penambahan kasus baru Covid-19 tersebar di 26 provinsi.
Dari 26 provinsi itu, 5 di antaranya mencatat jumlah penambahan tertinggi.
Kelimanya provinsi itu yakni DKI Jakarta (125 kasus baru); Jawa Timur (101 kasus baru); dan Kalimantan Selatan (74 kasus baru).
Kemudian, Papua (56 kasus baru); dan Sulawesi Selatan (41 kasus baru).
Selain itu, Yuri juga menyebutkan sejumlah provinsi lain yang penambahan kasus barunya berkisar antara 1 hingga 3 kasus.
"Yakni Kepulauan Riau, Gorontalo, DIY, Bengkulu dan Sulawesi Tenggara," kata Yuri.
Mulai melandai Yuri menegaskan bahwa 672 kasus baru yang tercatat dalam 24 jam terakhir tidak dimaknai sebagai gambaran Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia.
Sebab, menurut dia, ada sejumlah provinsi yang dalam tiga pekan terakhir sudah menunjukkan perkembangan kasus yang melandai.
"Artinya sudah tidak ditemukan kasus baru dan beberapa provinsi sudah mengalami penurunan kasus lebih dari 50 persen dari puncak kasus yang pernah didapatkan," kata Yuri.
Meski demikian, Yuri tidak merinci provinsi mana saja yang dimaksud.
Namun, perkembangan kasus Covid-19 hingga hari ini akan dijadikan kajian secara mendalam.
Nantinya, hasil kajian akan digunakan untuk memetakan kondisi penularan Covid-19 sebagai pedoman penanganan pemerintah selanjutnya.
(vic/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ori-kurniawan-kesaksian.jpg)