Breaking News:

Bukan Dampak Covid-19, Bakal Ada 21 Janda-Duda Baru, Daftar Gugat Cerai di Pengadilan Negeri Siantar

Cekcok sendiri pun belum saya dengar karena Covid-19 atau ekonomi, tapi lain hal, seperti orang ketiga,

TRI BUN MEDAN/Alija Magribi
Humas Pengadilan Negeri Pematangsiantar Rahmat Hasibuan 

Laporan Wartawan Tri bun Medan/Alija Magribi

TRI BUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR

Ancaman Pandemi Covid-19 telah tiga bulan lebih menghantui aktivitas masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Pematangsiantar.

Berbagai lini kehidupan menerima dampak yang luar biasa, tak terkecuali hal penghasilan masyarakat.

Selama itu juga Pengadilan Negeri Pematangsiantar mencatat adanya 21 pendaftaran gugatan perceraian dilayangkan warga dengan berbagai alasan.

"Sepengetahuan saya di sini, belum dengar ada gugatan perceraian karena ekonomi keluarga terganggu akibat Covid-19. Tapi karena alasan lain," ujar Rahmat Hasibuan, Humas sekaligus hakim PN Siantar.

Adapun alasan rata-rata yang mengakibatkan seseorang berniat cerai melalui PN Siantar, dijelaskan Rahmat adalah karena cekcok rumah tangga dan atau salah satu pihak meninggalkan pihak lainnya.

"Jadi cekcok rumah tangga dan salah satu pihak meninggalkan (pergi) mayoritas yang jadi persoalan di sini. Cekcok sendiri pun belum saya dengar karena Covid-19 atau ekonomi, tapi lain hal, seperti orang ketiga, tak sejalan dan lainnya" terangnya.

Sembari melihat data di komputernya, Rahmat menyampaikan, pendaftaran gugatan perceraian pada Bulan Maret 2020 ada 11 perkara, April 2020 ada 4 perkara dan Mei 2020 ada 1 perkara.

Kemudian pada Bulan Juni 2020 hingga pekan kedua, ada 5 perkara gugatan perceraian.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved