Breaking News

Seorang Kolonel dan 2 Prajurit AD India Tewas dalam Pertempuran Sengit dengan Pasukan China

Korban jiwa ini merupakan yang pertama dalam konflik India vs China sejak tahun 1975.

Editor: AbdiTumanggor
india today
Personel tentara China dan India cekcok di perbatasan 

Seorang perwira berpangkat Kolonel dan dua prajurit Angkatan Darat India tewas dalam pertempuran sengit dengan pasukan China yang ditempatkan di daerah Lembah Galwan.

TRIBUN-MEDAN.Com - Tiga tentara India tewas dalam bentrok dengan tentara China di perbatasan semi resmi kedua negara atau LINE of actual control (LAC) Lembah Galwan, Senin (15/6/2020) malam.

Namun korban jiwa di pihak China masih misteri.

Sumber India Today, yang mengetahui detail pertempuran tentara kedua negara, diperkirakan pihak China menderita setidaknya tiga hingga empat korban jiwa.

Sesuai pernyataan resmi Angkatan Darat India, seorang perwira berpangkat Kolonel dan dua prajurit Angkatan Darat India tewas dalam pertempuran sengit dengan pasukan China yang ditempatkan di daerah Lembah Galwan.

Sumber mengatakan tidak ada peluru yang ditembakkan dalam bentrokan itu, hanya batu dan pentungan kayu digunakan untuk menyerang tentara.

Korban jiwa ini merupakan yang pertama dalam konflik India vs China sejak tahun 1975.

Kedua negara belum menembakkan peluru satu sama lain dalam 53 tahun.

Sedangkan baku tembak India dan China terakhir kali pada 1967 di di LAC Sikkim.

Saat itu, Sikkim adalah kerajaan dan protektorat India.

Ada berbagai versi tentang pemicu pertempuran saat itu.

Peta Line of Actual Control (LAC) India China di mana sekitar 3.000 km masih sengketa
Peta Line of Actual Control (LAC) India China di mana sekitar 3.000 km masih sengketa (dok)
Titik konflik India vs China
Titik konflik India vs China (scmp)

Satu versi menyebut perang dipicu keluhan orang China yang domba dicuri.

Namun, alasan sebenarnya diyakini adalah desain ekspansi China sendiri.

China yang sudah menduduki Tibet dan telah menargetkan Sikkim.

India, di sisi lain, telah menjadi waspada terhadap niat China setelah "pengkhianatan" pada tahun 1962 ditutup dengan perjanjian Panchsheel.

China mendorong penarikan pasukan dari Sikkim.

Akhirnya, perselisihan pecah saat pasukan Zeni Angkatan Darat India mulai bekerja di sektor ini.

China telah menggali parit di sepanjang perbatasan, melampaui sisi India meskipun disuruh mundur.

Untuk menggagalkan langkah perambahan Cina, India mulai menaikkan pagar.

China keberatan dengan pendirian piket besi panjang dari Nathu La ke Sebu La seperti yang telah disepakati sebagai perbatasan antara Inggris dan Dinasti Qing China di bawah perjanjian 1890.

Perkelahian pecah saat pasukan Tiongkok datang untuk menghentikan pembangunan pagar kawat pada 11 September.

Seorang perwira PLA dihajar. Tiga hari setelah itu, baku tembak pecah di Nathu La.

Baku tembak berlanjut selama tiga hari lagi.

Gencatan senjata disepakati 14 September.

Kedua negara saling melakukan pertukaran jasad tentara selama dua hari.

Baku tembak pecah lagi selama 20 hari di Cho La pada 1 Oktober yang mengakibatkan kerugian besar di kedua pihak.

Korban di pihak Tiongkok tiga kali lebih besar. Lebih dari 80 tentara India dan diperkirakan 300-400 tentara China tewas dalam insiden itu.

Insiden lain terjadi pada tahun 1975 di Sikkim, yang dianggap sebagai insiden tak sengaja empat tentara India tewas setelah nyasar masuk ke wilayah China dalam patroli kabut tebal.

Namun, menurut versi lain dari insiden itu, menyebut pasukan China melintasi perbatasan pada Oktober dan menyergap tentara India, hanya lima bulan setelah Sikkim memberikan suara dalam referendum untuk bergabung dengan Uni India.

Pasukan India di sekitar Danau Pangong
Pasukan India di sekitar Danau Pangong (india today)

Ini adalah kali terakhir peluru ditembakkan di sepanjang perbatasan India-China.

Sejak itu ketegangan perbatasan, meski kadang berlangsung lama tidak pernah menembakkan sebutir peluru.

Kolonel Zhang Shuili, Juru Bicara  Komando Teater Barat China menuduh India sengaja melancarkan serangan-serangan provokatif.

"Kedaulatan wilayah Lembah Galwan selalu menjadi milik China," kata Kolonel Zhang Shuili, juru bicara Komando Teater Barat tentara Tiongkok

Ia menegaskan kembali,"Tiongkok selalu memiliki kedaulatan atas wilayah Lembah Galwan. ”

Pasukan China menurunkan tank andalannya Type 99 dalam latihan militer yang diyakini di perbatasan India
Pasukan China menurunkan tank andalannya Type 99 dalam latihannya militer yang diyakini di perbatasan India (china military)

Menanggapi jatuhnya korban di pihak India, Kolonel Zhang Shuili mengklaim bahwa tentara India melintasi LAC dan memprovokasi serangan yang menyebabkan konfrontasi fisik yang sengit "yang mengakibatkan korban".

"India harus menghentikan semua tindakan provokatif, menemui pihak China di tengah jalan dan kembali ke jalan yang benar untuk menyelesaikan perselisihan melalui pembicaraan." (india today/global times)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved