Update Covid19 1 Juli 2020

Perpustakaan Daerah Sumut Kembali Buka, Ada Perubahan Jam Layanan dan Peniadaan Denda Buku

Pembukaan kembali layanan Perpustakaan Daerah ini juga menerapkan kebijakan-kebijakan baru berbeda dengan kebijakan sebelum dilanda pandemi.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
DOKUMENTASI pengunjung perpustakaan yang menerapkan protokol kesehatan Perpustakaan Daerah Sumatera Utara, Rabu (1/7/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Setelah tiga bulan ditutup selama masa pandemi, akhirnya pada Rabu (1/7/2020) Perpustakaan Daerah Sumatera Utara resmi dibuka kembali untuk umum dalam kondisi new normal.

Pembukaan kembali layanan Perpustakaan Daerah ini juga menerapkan kebijakan-kebijakan baru berbeda dengan kebijakan sebelum dilanda pandemi virus Covid-19.

Hal ini dijelaskan oleh Kasi Layanan Perpustakaan Daerah Sumut, Juliani Tarigan.

Juliani menuturkan, selama membuka layanan di perpustakaan, pengunjung harus mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

"Mulai pintu masuk kita sudah lakukan pemeriksaan suhu, kemudian hand sanitizer yang ada pada satpam. Bagi pengunjung yang tidak membawa masker, kita juga sediakan walaupun kita sudah buat kawasan wajib masker," ungkap Juliani kepada Tribun Medan.

Hari Jadi ke-74, Bupati Ashari Umumkan Arah Kebijakan Strategi Hadapi New Normal, Ini Rinciannya

Juliani menuturkan bahwa selama masa pandemi lalu, perpustakaan menutup layanan pemulangan buku. Melihat kondisi ini, perpustakaan meniadakan denda untuk keterlambatan buku.

"Selama masa karantina, bagi para peminjam buku kita tidak ada suspend. Karena kondisi ini, kita beri mereka kebebasan untuk dapat kapan memulangkan yang sudah bisa mulai 1 Juli ini," ujarnya.

Perpustakaan yang memiliki koleksi puluhan ribu judul ini juga menerapkan protokol kesehatan untuk buku yang telah dipulangkan.

Juliani menuturkan bahwa buku akan dilakukan masa karantina sebelum dikembalikan ke dalam rak umum.

Jelang Penerapan New Normal, Gubernur Sumut Bilang Tak Bisa Lakukan Rapid Test Massal

"Buku-buku yang dipulangkan akan diterima di bawah, karena semua buku yang dipulangkan harus melewati tahap karantina buku. Jadi begitu mereka pulangkan, kita tidak langsung kembalikan ke rak. 1 hingga dua hari kita karantina dulu buku tersebut jadi sebelum naik ke rak kita bersihkan terlebih dahulu," tutur Juliani.

Tambahnya Juliani mengucapkan bahwa dalam perpustakaan juga memiliki beberapa perubahan posisi letak, mulai dari memberikan batasan antara petugas dan pengunjung dengan plastik kaca dan pengurangan jumlah kursi agar tidak berdekatan.

"Mungkin di satu meja ada delapan kini kita buat menjadi empat kursi saja. Semua ruangan seperti itu. Ketika mereka meminjam ke ruangan masing-masing, memang tidak kita batasi waktu, tetapi mereka kita ingatkan agar waktu untuk membaca dan memilih buku akan ada kita batasi," ucapnya.

Kini, Perpustakaan Daerah Sumatera Utara kembali dibuka dengan menerapkan jam aturan baru diantaranya pengurangan jam layanan kunjungan.

"Kita ada batasan pengunjung, karena kita baru memulai dan masih melihat situasi dengan kursi yang kita batasi, Jam layanan juga kita batasi tidak seperti dulu sampai jam 8 malam, jadi kita batasi dari pukul 9 pagi hingga pukul 3 sore saja," pungkas Juliani.(cr13/tri bun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved