Korban Pelecehan Seksual Dosen Swinger Sebut Pelaku Saban Minggu Cari Target, Sudah dari Tahun 2014
BA menyasar para korban untuk dengan modus riset untuk menceritakan fantasinya tentang swinger (tukar pasangan).
"Gak begitu kaget sih, saya pikir itu bagian riset sosial atau psikologi."
Saat berkonsultasi melalui telepon, pembicaraan BA justru melenceng dan menceritakan fantasinya tentang praktek swinger.
BA bahkan ingin praktek itu dilakukan oleh istrinya sendiri.
"Hah? Di sini mulai aneh. Istrinya sehari-hari bergamis dan berjilbab lebar kok mau betis dan paha dilihat lelaki lain?" komentar LA.
BA mengaku memaksa istrinya agar mau menuruti keinginannya tersebut.
Di sini LA mulai merasakan keganjilan dalam 'riset' yang disampaikan BA.
"Menurut saya ada yang ganjil. Akhirnya saya tegaskan kalau riset hal seperti itu sebenarnya tak harus praktik langsung. Menggali data gak harus sampai mengorbankan pasangan," paparnya.
Saat ditelepon untuk kedua kalinya, LA segera menyudahi kontaknya dengan BA.
Ia menegaskan tidak tertarik dengan persoalan pribadi semacam itu yang dinilai sudah di luar etika riset.
"Saya jadi curiga kalau dia cuma sedang mencari pendengar cerita pengalaman praktik swingernya. Dan, dia menikmati bercerita itu," jelasnya.
"Saya justru risih. Mungkin tindakannya itu juga semacam fetish? Senang menceritakan kehidupan seksualnya pada orang lain," tambah LA.
(TribunWow.com/Brigitta Winasis)
Artikel Ini Sudah Tayang di Tribun Wow dengan Judul Cari Korban Baru Tiap Minggu, 'Dosen Swinger' Bertindak Sejak 2014: Dihitung Setidaknya 300 Korban