Launching Transportasi Massal BTS Terkendala Anggaran, Pemko Medan Geser Anggaran Rp 2,1 Miliar

Peluncuran bus Buy The Service (BTS) di Medan kembali ditunda. Kali ini alasannya kurang anggaran

Tayang:
Editor: Array A Argus
DOK. Humas Pemerintah Kota Medan
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution, melakukan uji coba lintasan transportasi massal skema Buy The Service (BTS), Rabu (6/2/2020). 

T R I B U N-M E D A N.com,MEDAN-Transportasi massal layanan skema Buy The Service (BTS) sesuai jadwal dilaunching pada September 2020.

Namun nyatanya, rencana ini gagal akibat beberapa alasan, satu di antaranya menyangkut anggaran.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan Iswar Lubis, meski launching ditunda, namun bus tersebut sudah masuk tahap karoseri.

Kata Iswar, kemungkinan besar bus akan dilaunching pada Oktober 2020 mendatang.

Diwajibkan Pakai Masker, Pria Ini Lilitkan Ular di Wajah sebagai Masker saat Naik Bus

"Tanggal dan waktunya belum bisa kami pastikan ya, tapi informasi yang kami peroleh sampai saat ini, bus itu sudah di karoseri, dalam proses.

Tapi Insya Allah Oktober," katanya, Selasa (15/9/2020).

Iswar mengatakan, permasalahan yang saat ini dihadapi Pemko Medan di antaranya karena pihak ketiga terkendala terkait pengadaan halte dan rambu.

Sehingga, kata dia, tak satupun halte yang bisa dibangun saat ini.

Kemudian, lanjut Iswar, pihak ketiga kembali mengulur waktu dalam membangun halte lantaran terdampak Covid-19.

Bus Kementerian Pertahanan Terguling di Tol Jagorawi Dekat Gerbang Tol Cililitan

"Anggaran yang dibutuhkan kami perkirakan cukup banyak, karena kita butuh 182 halte," kata Iswar.

Ia menjelaskan, saat proyek ini disusun, awalnya Pemko Medan enggan menggunakan dana APBD.

Karena pihak ketiga juga terdampak Covid-19, mau tak mau Pemko Medan harus melakukan pergeseran anggaran.

"Kami mengajukan anggaran yang sudah ada, coba digeser beberapa, sedikit saja, kurang lebih hanya Rp 2,1 miliar.

Sehingga, minimal kalaupun tidak bisa (dibangun) halte, ada rambu lah yang kita pasang.

Tandanya di mana tempat berhenti, ini yang sedang kita ajukan di Komisi D.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved