Launching Transportasi Massal BTS Terkendala Anggaran, Pemko Medan Geser Anggaran Rp 2,1 Miliar
Peluncuran bus Buy The Service (BTS) di Medan kembali ditunda. Kali ini alasannya kurang anggaran
Selanjutnya beliau-beliau lah yang punya wewenang," katanya.
Berkenaan dengan masalah ini, Iswar menyebut Komisi D DPRD Medan tengah melakukan rapat internal, apakah nantinya pergeseran anggaran tersebut dapat disetujui atau tidak.
Terkait besar bus, lanjut Iswar, ia mengatakan ada bus sedang untuk tiga koridor.
Sementara untuk dua koridor ada bus besar, satu bus diisi 40 orang.
"Tugas kami (Pemko Medan) tinggal menyediakan koridor dan rambu, tergantung beliau-beliau ini (komisi D DPRD Medan).
Kalau ada anggaran, kami mainkan. Kalau tidak ada, ya biarkan aja lepas," pungkasnya.
• Sebulan Buron, Dua Tersangka Pengeroyokan Ditangkap di Loket Bus
Setujui Permohonan Pemko Medan
Komisi D DPRD Medan akhirnya menyetujui permohonan Pemko Medan terkait pergeseran anggaran untuk kepentingan pengadaan halte bus BTS.
Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi D DPRD Medan Renville Pandapotan Napitupulu usai menggelar rapat.
"Sudah disetujui melalui rapat internal Komisi D," kata Renville, Selasa (15/9/2020).
• Mengaku 4 Bulan Pakai Sabusabu, Reza Artamevia Kini Ditahan Polda Metro Jaya, Polisi Dalami Motifnya
Saat rapat digelar di DPRD Medan, sejumlah anggota Komisi D saling melempar pertanyaan, termasuk Dedy Aksari Nasution.
Pada kesempatan itu, Dedy menyinggung soal kondisi sejumlah halte di Medan yang tidak terurus.
"Seperti pernyataan pak kadis yang lalu, kan ini seharusnya tidak menggunakan anggaran APBD,
ternyata kini untuk pelaksanaannya harus menggunakan APBD. Jangan nanti setelah disahkan pada akhirnya sia-sia juga,
artinya saya melihat pembangunan halte-halte untuk Mebidang sia-sia tidak terpakai,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/uji-coba-lintasan-transportasi-massal-skema-buy-the-service-bts.jpg)