Aksi Tolak RUU Omnibus Law di Sumut
Aliansi Petani dan Mahasiswa Datangi DPRD Sumut, Patung Babi Ditancapkan di Pagar Kantor DPRD
Para demonstran juga membawa patung babi yang terbuat dari karton dan mereka tancapkan di pagar besi pintu masuk Kantor DPRD Sumut.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, Medan - Orasi demi orasi terdengar riuh dari para perwakilan massa yang menguraikan perlawanan mereka terhadap Rancangan Undang-undang Omnibus Law, secara khusus klaster ketenagakerjaan di gedung DPRD Sumut, Kamis 924/9/2020).
Dalam aksi mereka ini, para demonstran juga membawa patung babi yang terbuat dari karton dan mereka tancapkan di pagar besi pintu masuk Kantor DPRD Sumut.
Martin Luis yang ikut dalam aksi menjelaskan bahwa, patung hewan babi yang dipasang didepan kantor DPRD Sumut mengartikan keserakahan para anggota DPRD Sumut
“Kita sama-sama tahu bahwa babi itu hewan serakah dan hewan rakus yang hanya kerjanya makan. Jadi kita menyimbolkan bahwa pengusaha-pengusaha memberikan investasinya di Indonesia tidak lebih sebagai babi yang rakus yang hanya akan merampok kekayaan Indonesia dan merampok tenaga kerja khususnya rakyat Indonesia,” jelasnya.
• Dalam Sehari Kantor Gubernur Sumut Didemo Enam Kelompok Masyarakat
Selan itu, ada juga topeng berekspresi yang dipakai oleh salah seorang aksi massa menggabarkan kesinisan.
“Ilustrasi dari topeng yang berekspresi seperti mengejek, seperti manyun,”ucapnya.
Halim Sembiring sebagai Korlap demonstrasi kali ini menyampaikan bahwa pihaknua akan tetap konsisten menolak RUU Omnibus Law.
Mereka juga akan menuju ke Kantor Gubernur Sumatera Utara setelah dari Kantor DPRD Sumut usai.
'Kita konsisten untuk menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja, dan juga kita hari ini menuju Gubernur Sumatera Utara. Harapannya Gubernur menunjukkan komitmen politiknya untuk menghentikan penggusuran terhadap lahan-lahan yang ada di Sumut," lanjut Halim Sembiring.
• Ratusan Demonstran Seruduk Kantor DPRD Sumut, Tolak RUU Omnibus Law
Harapan mereka, pihaknya mendapatkan apa yang mereka impikan dari DPRD.
"Kita mengharapkan bahwa DPRD Sumut untuk mengabdi dan mengorbankan hal-hal petani dan masyarakat adat di Sumut," katanya.
"Kita akan pasti terus melawan, kita kembali turun ke jalan dan melakukan perluasan jaringan kita untuk melakukan aksi-aksi besar ke depannya," pungkasnya. (cr3/tri bun-medan.com)