Breaking News:

Update Pilkada di Sumut 3 Oktober 2020

Bila Kolom Kosong Menang, Pilkada Siantar Dilaksanakan Tahun 2024

Asner Silalahi dan dr Susanti berada pada kolom kiri, sementara kolom kosong akan berada di kolom kanan kertas surat suara.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/ALIJA
DIVISI Teknis KPU Pematangsiantar Gina Fefiliana Ginting saat diwawancarai wartawan di Hotel Sapadia Pematangsiantar, Jumat (3/10/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pilkada Pematangsiantar yang dilaksanakan pada 9 Desember 2020 hanya memunculkan satu pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar, atasnama Asner Silalahi dan dr Susanti Dewayani.

Calon tunggal ini akan berhadapan dengan kotak kosong.

Asner Silalahi dan dr Susanti berada pada kolom kiri, sementara kolom kosong akan berada di kolom kanan kertas surat suara.

Andai-andai kolom kosong meraih perolehan suara sah terbanyak dibanding paslon, maka kepala daerah Pematangsiantar akan diselenggarakan oleh pejabat yang ditunjuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Adapun selanjutnya, Pilkada Pematangsiantar akan dilaksanakan pada periode Pilkada kemudian, yang kemungkinan dilaksanakan tahun 2024.

"Jadi pembahasan di Bulan Juli tentang Revisi Undang Undang tentang Pilkada (RUU Pilkada), maka pilkada kemungkinan dilaksanakan pada tahun 2022 atau 2023. Tapi sampai saat ini di dalam Undang-undang, penyelenggaraan pilkada akan dilaksanakan pada tahun 2024," ujar Divisi Teknis KPU Pematangsiantar Gina Fefiliana Ginting di Hotel Sapadia Siantar, Sabtu (3/10/2020) siang.

Hotman Paris Pertanyakan Pilkada 2020, Minta Pemerintah Ambil Hikmah dari Donald Trump Positif Covid

Gina kembali menjelaskan, pembahasan mengenai aturan pilkada belum ada aturan final. Keputusan aturan Pilkada selanjutnya kemungkinan ditetapkan pada tahun 2021.

"Sampai saat ini dalam undang-undang, Pilkada itu dilaksanakan tahun 2024. Itu belum final. Mana tahu ada perubahan pada tahun 2021 nanti," jelas Gina.

Terkait Pilkada Pematangsiantar tahun 2020, KPU Pematangsiantar tidak akan memfasilitasi kolom kosong. Pihaknya menyampaikan hanya memfasilitasi paslon yang pendaftar.

Respons Putra Jokowi ketika Tahu Juru Kampanye di Pilkada Solo adalah Sandiaga Uno dan Megawati

"Kolom kosong bukan peserta, maka kita (KPU Pematangsiantar) tidak memfasilitasi yang bukan peserta. Kolom kosong kita anggap sebagai masyarakat bukan saingan pasangan calon. Ajakan memilih kolom kosong adalah sah dan bukan pidana," ujar Gina kembali.

KPU Pematangsiantar hanya mempermasalahkan bila ada kelompok masyarakat atau seseorang mengajak untuk tidak memilih (golongan putih) pada Pilkada serentak.(alj/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved