Mengapa Warga Thailand Sudah Berani Menentang Rajanya Pada Saat Ini? Simak Ulasannya Berikut
Gelombang protes yang dilakukan belasan ribu warga muda Thailand sudah berlangsung sejak bulan Juli.
Keresahan sebagian warga Thailand ini dimulai di awal tahun ketika pengadilan Thailand membubarkan salah satu dari dua partai oposisi karena mendapat dana ilegal dari pendiri partai tersebut yang juga merupakan salah orang terkaya di sana, Thanathorn Juangroongruangkit.
Pengadilan juga melarang pemimpin partai Future Forward Juangroongruangkit dan 15 anggota dewan eksekutif dari partai tersebut terlibat dalam kegiatan politik selama 15 tahun.
Keputusan itu menimbulkan kemarahan dari generasi muda, yang merupakan pendukung terbesar partai dan juga penentang keras sistem yang sudah ada.
Dalam demo pertama, para pengunjuk rasa menggunakan tema tertentu, misalnya tema Harry Potter melawan Seseorang yang tidak boleh disebut namanya, yang mengacu pada raja.
Kemudian mereka menggunakan simbol tiga jari dari film The Hunger Games sebagai simbol perlawanan.
Aksi ini berlangsung bersamaan dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi di Thailand karena adanya pandemi Covid-19 yang membuat warga semakin marah.
Pada Agustus, salah seorang pemimpin unjuk rasa, Panusaya "Rung" Sithijirawattankul yang berusia 21 tahun muncul di depan publik dengan membacakan 10 poin manifesto menyerukan adanya reformasi.
Dia ditahan delapan minggu kemudian, setelah menjadi pemimpin dalam beberapa protes, dan sekarang dikenai tuduhan makar dan ditahan.
Meski adanya penahanan dan bahkan aturan pemerintah bahwa hanya maksimal lima orang yang boleh berkumpul, unjuk rasa terus berjalan.
PM Prayuth mengeluarkan larangan untuk mencegah unjuk rasa tidak meluas, namun yang terjadi malah sebaliknya.
Malah semakin banyak warga Thailand yang turun ke jalan bergabung dengan para mahasiswa.

Pernikahan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan istrinya Suthida (Thai TV)
Apa yang sudah dikatakan raja dalam soal ini?
Sejauh ini raja maupun pihak kerajaan belum memberikan keterangan terbuka mengenai tuntutan reformasi sistem kerajaan.
Tetapi ketika Raja menyambut ribuan orang di Istana bulan Oktober lalu, dia memuji seorang pria yang membawa gambar raja sebelumnya Bhumibol Adulyadej dalam salah satu protes anti kerajaan.
"Berani sekali, berani sekali, bagus sekali, terima kasih," kata Raja dalam video yang banyak dishare di media sosial.