Mengapa Warga Thailand Sudah Berani Menentang Rajanya Pada Saat Ini? Simak Ulasannya Berikut

Gelombang protes yang dilakukan belasan ribu warga muda Thailand sudah berlangsung sejak bulan Juli.

Editor: AbdiTumanggor
New York Post
Gaya aneh dari Raja Thailand Vajiralongkorn dan Selirnya.Kini muncul gelombang protes yang dilakukan belasan ribu warga muda Thailand sejak bulan Juli. Ini adalah salah satu protes terbuka yang menyerukan supaya lembaga kerajaan yang selama ini dianggap sakral bagi mayoritas warga agar direformasi. 

Keluarga kerajaan mendapat banyak dukungan di kalangan rakyat Thailand, dan para pendukungnya mengadakan unjuk rasa tandingan dengan mengatakan bahwa kerajaan adalah institusi yang sakral sehingga harus dihormati.

Para pendukung kerajaan ini mengenakan kaos kuning dan melambaikan bendera Thailand sambil membawa potret raja dan meneriakkan kata-kata "Hidup Raja".

Warga Thailand sudah diajar sejak muda untuk menghormati kerjaaan dan tidak pernah secara terbuka mempertanyakan keberadaannya sampai awal tahun ini.

Ini sebagian disebabkan karena Raja Bhumibol Adulyadej yang pernah berkuasa lebih dari 70 tahun memang sangat dicintai di sana.

Ketika raja meninggal di tahun 2016 warga Thailand betul-betul menunjukkan kesedihan mereka. 

Thailand memiliki salah satu hukum yang disebut lese mejeste yang sangat ketat, dimana mereka yang dianggap menghina atau mengancam Raja, Ratu, dan keluarga mereka bisa dijatuhi hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Bulan Juni, PM Prayuth ,mengatakan aturan itu tidak akan diberlakukan lagi sesuai keputusan dari Raja.

Namun belasan aktivis telah ditahan dengan tuduhan lain, antara lain penghasutan, karena keterlibatan mereka dalam protes.

Tetapi pemerintah mengaku tidak menargetkan penentangnya dan mengatakan polisi hanya melakukan tugasnya untuk menegakkan aturan.

Raja Thailand Vajiralongkorn (kiri) Thailand menikah secara sah dengan Suthida Vajiralongkorn na Ayudhya di Bangkok, Thailand, Kamis (2/5/2019)
Raja Thailand Vajiralongkorn (kiri) Thailand menikah secara sah dengan Suthida Vajiralongkorn na Ayudhya di Bangkok, Thailand, Kamis (2/5/2019) (Weekly Times)

Jadi bagaimana selanjutnya?

Sejauh ini belum ada tuntutan pengunjuk rasa yang dipenuhi.

Perdana Menteri mengatakan dia tidak mengundurkan diri atau menyerah pada 'tuntutan massa' namun mengatakan akan mendiskusikan ini di parlemen.

Para pengunjuk rasa mengatakan mereka akan terus melakukan aksi sampai adanya perubahan.

Jadi, kemungkinan besar ketegangan politik di Thailand ini masih akan terus berlanjut.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dengan Ancaman 15 Tahun Penjara, Mengapa Warga Thailand Berani Menentang Raja?"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved