Breaking News:

Kemendikbud Izinkan Sekolah Tatap Muka

Sambut Pembelajaran Tatap Muka, SMAN 1 Medan Rencanakan Shift Belajar

Ada dua kemungkinan shift yaitu penerapan jadwal pagi dan siang dan jadwal masuk per tiga hari dalam seminggu.

TRI BUN-MEDAN/HO
KACABDIS Zuhri Bintang dan Kepala SMAN 1 Medan Suhairi meninjau guru yang mengajar secara daring dari Lab komputer SMAN 1 Medan. 

Tribun-Medan.com, Medan - Setelah melakukan pembelajaran daring hampir satu tahun semasa pandemi, akhirnya sekolah mendapat lampu hijau dari pemerintah untuk lakukan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021.

Sekolah tentu menyambut antusias Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan tersebut untuk sekolah dibuka kembali, seperti diungkapkan Kepala Sekolah SMAN 1 Medan, Suhairi didampingi Wakil Kepala Bidang Humas, Sormin.

"Kita dukung pastinya. Ini luar biasa karena kita termasuk yang sudah lelah belajar daring ini. Tapi yang dipastikan kondisinya sudah baik. Kalau soal protokol kesehatan ini sebelumnya memang sudah kita laksanakan," ungkap Sormin kepada Tribun Medan, Sabtu (21/11/2020).

Adapun protokol kesehatan yang dilakukan SMAN 1 Medan diantaranya pemberian shift.

Sormin menuturkan jika sudah diberlakukan pembelajaran tatap muka, ada dua kemungkinan shift yaitu penerapan jadwal pagi dan siang dan jadwal masuk per tiga hari dalam seminggu.

"Kalau soal tatap muka diizinkan di kelas, pokoknya jadwal akan kita atur seperti penerapan dua shift. Kita dukung sekali yang penting pembelajaran anak-anak bisa terlaksana dengan nyaman. Kedepannya kita akan coba dua shift, kenapa tidak kita buat pagi dan siang. Sesuai dengan jumlah ruangan yang ada, kita bagi per tiga hari selang seling dia. Yang penting kita diskusi dengan guru dan orang tua," ungkap Sormin.

Baca juga: Kemdikbud Beri Izin Sekolah Tatap Muka, Disdik Sumut Lakukan Evaluasi dan Simulasi untuk Sekolah

Selain itu, saat pemberlakuan pembelajaran tatap muka nantinya, Sormin menuturkan bahwa kantin belum dapat dibuka sesuai kebijakan dari Kemendikbud dan akan mengimbau para siswa untuk membawa bekal dari rumah.

"Kita setuju akan kebijakan itu. Dengan pengaturan waktunya ini kan kita belum tahu apakah tetap 1x45 menit atau bagaimana. Kita belum setuju kantin dibuka dan biar lebih higienis, kita sarankan mereka bawa bontot dari rumah. Makanya mereka harus siap berubah, karena kan mereka selalu di kantin," ujarnya.

Selain itu, terkait protokol kesehatan 3M juga akan menjadi perhatian khusus dari pihak sekolah.

Sormin menuturkan jika SMAN 1 Medan telah menyediakan 12 wadah cuci tangan agar mendisiplinkan siswa untuk giat mencuci tangan.

"Kita sebelum pandemi ini juga sudah turut menekankan penyediaan wadah cuci tangan. Di lantai satu itu di sebelah kiri ada 5 westafel, di sebelah kanan ada empat wastafel, depan kelas ada satu wastafel, dan di belakang ada dua westafel. Beda lagi yang pake tong itu ada tiga buah di depan," tutur Sormin.

Baca juga: Tangani Kesulitan Sekolah Daring Selama Covid-19, Pemkot Medan Gelar FGD

Hingga saat ini, SMAN 1 Medan masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan terkait persiapan pembukaan sekolah kembali. Begitupun, Sormin menekankan kepada siswa agar jika sekolah dibuka kembali agar dapat patuh dalam mengikuti protokol kesehatan.

"Kita berharap kepada seluruh siswa kalau pemerintah sudah mengizinkan sekolah dibuka, kami harapkan seluruh siswa mengikuti peraturan yang ada. Karena kan tujuan kita demi keselamatan semua, belajar tapi kita selamat. 

Kita berharap para orangtua juga mendukung seperti menyiapkan bontot anak dari rumah dan siapkan masker. Kalau perlu anak perlu bawa stok masker, sehingga per empat jam bisa diganti," pungkasnya.(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved