Breaking News:

UPDATE Viral Polantas Diseret Angkot, Ini Keterangan Sopir di Pengadilan Negeri Siantar

Masih ingat peristiwa viral seorang polisi lalu lintas (polantas) diseret angkot di Siantar?

Tribun-Medan.com/Alija Magribi
Sopir angkot, Pantun Aritonang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Selasa (1/12/2020) sore. Pantun diproses hukum usai viral angkot yang dikemudikannya menyeret seorang polantas. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Masih ingat peristiwa viral seorang polisi lalu lintas (polantas) diseret angkot di Siantar?

Kini, peristiwa yang terjadi di Jalan Sutomo, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar pada Senin (14/9/2020) lalu, telah bergulir di meja hijau.

Sopir bernama Pantun Aritonang menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Pematangsiantar pada persidangan yang digelar digelar Selasa (1/12/2020) sore.

Persidangan yang berlangsun di Ruang Cakra PN Siantar, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lynce Jernih Margaretha menghadirkan empat orang saksi, yaitu pemilik angkot Juliana Silalahi, juru parkir bermarga Sitorus, dan polantas yang melerai Bripka Saut Haloho.

Saksi lainnya adalah polantas yang menggantung di bemper angkot, Bripka Panal Simarmata.

Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Irma Nasution, terdakwa Pantun Aritonang menyampaikan tak ada maksud untuk mengancam nyawa Bripka Panal Simarmata.

Ia berujar hanya berniat memotong petugas yang berjaga saat itu.

"Pak Panal nggak bertugas saat itu. Nggak ada niat saya menabrak. Saya cuma mau melewati aja (memotong)," ujar Pantun Aritonang.

Bripka Panal Simarmata sendiri mengaku terdakwa sempat menyampaikan kalimat kasar dan menantangnya.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved