Breaking News:

Ngopi Sore

Akhirnya, Prabowo-Sandi Masuk Istana Juga

Perombakan kabinet yang digembar-gemborkan dalam sepekan belakangan betul-betul terjadi. Tidak tanggung-tanggung. Enam menteri sekaligus diganti.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
Dok.Jakarta Post
Sandiaga Uno memijat punggung Prabowo Subianto dalam satu momentum pada gelar debat dalam rangkaian Pemilu Presiden 2019. 

Lalu adakah yang menarik? Tentu saja. Pertama penunjukan Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan. Ia menggantikan Terawan Agus Putranto. Budi Gunadi, menjadi orang bukan dokter pertama yang menjabat Menteri Kesehatan di kabinet pemerintahan Indonesia.

Budi adalah doktor, dengan gelar kesarjanaan pertama di bidang Fisika Nuklir Institut Teknologi Bandung (ITB). Kariernya membentang di perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur perangkat lunak dan perbankan. Sebelum menjabat Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ia merupakan Direktur Bank Mandiri dan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) pada 2017-2019. Di masa kepemimpinannya, Inalum berhasil memiliki 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Apakah karena keberhasilan mendapatkan saham mayoritas ini yang membuat Budi diangkat menjadi Menteri Kesehatan? Pastinya tidak. Lantas apa? Barangkali manajerial.

Dugaannya begini. Indonesia sedang dalam periode genting akibat pandemi Covid-19. Vaksin sebentar lagi akan dialokasikan ke masyarakat. Pengalokasian ini akan sangat rumit hingga membutuhkan manajerial yang cakap dan matang, dan Budi dianggap mumpuni untuk memimpin kerja besar ini.

Namun apakah dengan begitu penunjukan Budi jadi istimewa? Boleh dikata demikian. Istimewa, tapi –kata anak sekarang– nggak istimewa-istimewa banget. Pasalnya, sebelum Indonesia, ada setidaknya enam negara lain yang memiliki Menteri Kesehatan yang bukan dokter: Amerika Serikat, Belanda, Thailand, Singapura, Jerman, dan Kanada.

Ada lagi? Iya, penunjukan Sandiaga Uno. Dia menggantikan Wishnutama Kusbandio di pos Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Apakah Wishnutama kurang cakap? Boleh jadi, tapi bukan itu hal menariknya. Bukan pula kemungkinan politik balas budi –Gerindra lewat Sandiaga ditengarai telah membantu memuluskan langkah Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution, anak dan menantu Jokowi, ke kursi Wali Kota Surakarta dan Medan. Yang menarik, bahwa dengan penunjukan Sandiaga, maka para petarung di Pemilu Presiden 2019, kini sama-sama beredar di Istana Negara. Bedanya, yang sepasang jadi bos, yang sepasang lainnya jadi pembantu bos.

Maka, keajaiban Tuhan seperti apa lagi yang kau dustakan.(t agus khaidir)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved