Instruksi Presiden, Menteri Sri Mulyani Beri Sinyal Pajero, Innova, dan CR-V Dapat Diskon PPnBM 100%
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi sinyal pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 100 persen untuk kendaraan di atas 1.500 cc.
TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi sinyal pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 100 persen untuk kendaraan di atas 1.500 cc.
Sinyal ini sesuai arah Presiden Jokowi yang ingin mobil hingga 2.500 cc bisa memanfaatkan PPnBM 0 persen.
Kajian relaksasi PPnBM ini diperuntukan kendaraan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 70 persen, dan kapasitas mesin hingga 2.500 cc.
Kendaraan yang termasuk kategori TKDN 70 persen sejauh ini ada tiga pabrikan yakni Toyota, Honda, dan Mitsubishi.
Honda memproduksi CR-V dengan kapasitas mesin 2.000 cc.
Sementara Mitsubishi memproduksi Pajero Sport dengan mesin 2.400 cc dan 2.500 cc.
Selain itu, Toyota juga memproduksi mobil Kijang Innova bermesin 2.000 cc dan Fortuner dengan mesin diesel 2.400 cc.
Untuk diketahui, Toyota Fortuner bermesin bensin berkapasitas 2.700 cc sehingga kemungkinan tidak termasuk dalam relaksasi PPnBM.
Baca juga: Detik-detik 2 Wanita Naik Scoopy Gagal Freestyle Hingga Terjatuh dan Tabrak Teman Sendiri
Baca juga: Bupati Samosir Rapidin Simbolon Yakin Menang di MK, tapi Janji Dukung Lawan Politik Jika Kalah
Sebelumnya, kebijakan diskon PPnBM yang berlaku sejak 1 Maret 2021 berlaku untuk mobil dengan dengan kapasitas isi silinder hingga 1.500 cc.
Kebijakan ini direspons positif oleh sebagian masyarakat. Pun geliat bisnis otomotif tumbuh signifikan.
"Jadi sedang melakukan penyempurnaan, asal TKDN 70 persen bisa sampai ke 2.500 cc, ini yang nanti meng-address isu mengenai beberapa permintaan terhadap monbil di atas 1.500 cc di dalam relaksasi PPnBM yang diberikan," jelas Sri Mulyani ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (15/3/2021).
Menteri Sri Mulyani mengungkapkan, perluasan diskon tersebut diberikan atas dasar arahan Presiden Joko Widodo.
Dengan demikian, industri otomotif dan turunannya bisa lebih cepat mengalami pemulihan usai terpukul cukup parah akibat pandemi Covid-19.
"Jadi memang saat ini (yang berlaku) 1.500 cc, arahan dari Presiden untuk menyampaikan kalau dilihat memang bisa di atas 1.500 cc asalkan TKDN-nya 70 persen itu mungkin bisa jadi pertimbangan," ujar Sri Mulyani.
Baca juga: INILAH Polwan tak Pernah Naik Pangkat, Tidak Diberhentikan, Menolak Jadi Ajudan Ibu Tien Soeharto
Baca juga: Rizieq Shihab Hari Ini Diadili, Jokowi Terbang ke Bali
Dalam kebijakan yang saat ini berlaku, diskon PPnBM berlaku hingga Desember 2021 mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pt-mmksi-bersama-dengan-diler-sardana-dan-dipo.jpg)