Breaking News:

Ngopi Sore

Mobil Esemka Itu Bukan Mitos, Saudara-saudara, Om Fitra Eri Membuktikannya

Esemka, pendek kata, dianggap tidak ada. Dianggap mitos saja. Seperti Kuntilanak, tuyul, Babi Ngepet, atau Rajawali raksasa tunggangan Brama Kumbara

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
YouTube
Tangkapan gambar Fitra Eri dalam review Esemka Bima 1.3 di YouTube 

Jokowi kemudian menjalani takdir yang lain pula. Dari Solo dia terbang ke Jakarta, ke kantor Gubernur, lalu menyeberang ke Istana Negara. Seiring itu, Esemka terus melekat padanya. Namun berbeda dibanding di Solo, Esemka dengan Jokowi di Jakarta berubah jadi olok-olok. Esemka disebut proyek angan-angan. Lebih sadis, ada yang menabalkannya sebagai tipu-tipu belaka.

Tidak banyak yang percaya ketika disebut pabrik Esemka sudah berdiri. Lebih banyak yang mencibir lalu melontar ejekan tatkala dikabarkan pabrik ini telah melahirkan mobil-mobil yang siap diluncurkan ke pasaran. Dan apa boleh buat, tawa-tawa pun bersemburan setelah peluncuran yang dijanjikan itu tak kunjung terwujud jadi kenyataan.

Tingkat kepercayaan tidak membaik meski belakangan publik diperkenalkan dengan Esemka Bima 1.2 dan Esemka Bima 1.3. Padahal ada gambar-gambarnya. Ada video-videonya. Ada juga berita-berita tentangnya yang dimuat di berbagai media.

Jadi begitulah. Esemka, pendek kata, dianggap tidak ada. Dianggap mitos saja. Seperti Kuntilanak atau tuyul atau Babi Ngepet atau Rajawali raksasa tunggangan Brama Kumbara, raja Madangkara yang tampan perkasa.

Sampai hal yang mengejutkan terjadi. Satu di antara varian Esemka yakni Bima 1.3, muncul dalam satu review di YouTube, Selasa malam, 16 Maret 2021. Pe-review-nya bukan sembarang pula. Fitra Eri, reviewer kesohor berkelas internasional. Kurang lebih sepekan sebelumnya, Eri yang merupakan mantan pebalap nasional, diundang ke Inggris untuk me-review satu di antara mobil paling mewah dan paling mahal di kolong jagat, Roll Royce Ghost.

Bagi siapa pun yang tak sekali dua kali menonton review Fitra Eri, maka akan segera merasa betapa dalam edisi Esemka Bima 1.3 ini dia tidak tampil lepas. Bukan lantaran, katakanlah, ada tekanan atau semacamnya. Melainkan memang tidak banyak hal-hal teknis yang bisa diulas. Ia tidak bisa "memamerkan" pengetahuannya yang dalam perihal mesin. Bahkan --entah disengaja entah sekadar gimmick-- ia sempat silap tatkala membuka kap depan untuk memeriksa mesin. Padahal, mesin mobil tipe pikap memang tidak terletak di kap depan, tetapi di bawah jok. Dan atas kesilapannya yang "fatal" ini Fitra Eri hanya tertawa-tawa. 

Ia juga secara terbuka mengeluh kepanasan karena mobil ini tidak dilengkapi AC. Atau mengubah sebutan power window menjadi 'window by power' karena sistem naik turun jendela di mobil ini dilakukan secara manual.

Apakah ini berarti review Fitra Eri bernilai rendah? Tidak demikian. Untuk edisi Esemka, titik tolaknya memang bukan terletak pada kualitas review, melainkan pada keberadaan mobil Esemka itu sendiri.  Fitra Eri adalah nama yang sangat terpercaya dalam urusan otomotif, khususnya mobil. Dan review yang dilakukannya telah mengeluarkan mobil Esemka dari daftar mitos dan misteri tak terpecahkan di Indonesia. (t agus khaidir)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved