Breaking News:

Bobby Nasution Tak Segan-segan Temui Mahasiswa yang Berdemo di Balai Kota, Sampai Terobos Pagar

"Jadi ini abang-abang ini mahasiswa pemerhati nelayan tradisional, ini pasti suaranya suara nelayan yang abang inginkan solusinya apa?" katanya. 

Rechtin / Tribun Medan
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menemui puluhan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Medan, Senin (5/4/2021). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Nelayan Tradisional (Alampeta) Sumut meminta Bobby menindak mafia pukat trawl. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution menemui mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Medan, Senin (5/4/2021). 

Puluhan mahasiswa tersebut tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Nelayan Tradisional (Alampeta) meminta agar Bobby Nasution lebih memperhatikan nasib nelayan tradisional yang penghasilannya berkurang akibat mafia pukat trawl. 

Selang 15 menit puluhan mahasiswa tersebut berorasi, dengan dikawal Paspampres, Bobby tampak keluar berjalan dari dalam Balai Kota. 

Bobby menyapa massa aksi unjuk rasa dan terlihat ingin melewati pagar Balai Kota.  "Keluar sajalah ini kita ya," kata Bobby kepada ajudan dan orang-orang yang mendampinginya. 

Bobby kemudian keluar dari pagar depan Balai Kota dan berdialog dengan para mahasiswa. 

"Iya, kalau soal pukat trawl ini saya tahu, ini karena adanya Permen tahun 2020 terkait cantrang. Tapi beberapa pengusana itu menyalahgunakan dengan banyaknya pemainnya dipakai lah pukat harimau," kata Bobby saat menyahuti mahasiswa dari dekat. 

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Nelayan Tradisional (Alampeta) melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (5/4/2021).
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Nelayan Tradisional (Alampeta) melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (5/4/2021). (Rechtin / Tribun Medan)

Bobby pun kemudian bertanya mengenai hal yang diminta para mahasiswa yang melakukan aksi. 

"Jadi ini abang-abang ini mahasiswa pemerhati nelayan tradisional, ini pasti suaranya suara nelayan yang abang inginkan solusinya apa?" katanya. 

Menyahuti Bobby, mahasiswa mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi bahwa mafia pukat trawl beraksi dengan berkedok penjaga tapal perbatasan. 

"Kami minta kalau bisa pukat trawl ini diberhentikan operasinya, karena memang hari ini mereka dengan alasan menjaga tapal perbatasan. Tapi kita sudah melakukan investigasi yang menyatakan bahwa mereka itu bermain pukat," ungkapnya. 

Halaman
12
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved