Aek Bolon Balige, Suguhkan Keindahan Alam yang Asri dan Sejuk
Pepohonan rindang di pinggiran air terjun dan sebagian tumbuh di dinding air terjun membuatnya nyaman dan tenang saat melukis.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
Dinding air terjun yang dialiri air masih ditumbuhi lumut hijau dan sebagian agak menguning bahkan menghitam membuat suasana semakin indah.
Ia juga mengutarakan bahwa air terjun ini menghasilkan air yang jernih, walau sesekali agak keruh manakala hujan deras terjadi.
“Walau kadang airnya keruh saat musim hujan, tapi umumnya air ini jernih. Dan, air ini mampu mengairi sawah yang sangat luas yang ada kawasan Desa Sianipar Sihailhail dan kawasan yang berdekatan dengan Sampuran Aek Bolon, Balige,” lanjutnya.
Para pengunjung yang datang ke kawasan ini bukan semata-mata dari kawasan Balige sebagai daerah terdekat, namun juga dari kawasan Siborongborong yang berada di atas air terjun tersebut.
Baca juga: Peringati Hari Kesehatan Dunia, Tropicana Slim Ajak Masyarakat Cegah Diabetes Sejak Dini
Ia mengutarakan bahwa para pengambil air aren (tuak) dari kawasan Siborongborong sering terlihat sembari menikmati keindahan air terjun tersebut.
Keheningan dan ketenangan di kawasan tersebut membuat air terjun ini berbeda dengan beberapa air terjun yang berada di kawasan tersebut.
Air terjun tersebut kerap digunakan anak-anak sebagai wadah berenang dan bermain air sepuasnya.
Air jernih dan sejuk ini kerap menjadi tujuan para pengunjung untuk melepaskan penat setelah sepekan bekerja.
Bagi Boy Sianipar, kawasan ini menjadi ruang inspirasi. Duduk di atas bebatuan sambil melukis sudah menjadi kenikmatan tersendiri baginya.
Pepohonan rindang di pinggiran air terjun dan sebagian tumbuh di dinding air terjun membuatnya nyaman dan tenang saat melukis.
Lagu tentang alam terdengar samar semakin mendukung suasana damai dan terbebas dari kejenuhan dan keruwetan hidup.
Baca juga: OPERASI PEKAT 45 Pasangan Diduga Mantap-mantap Terjaring Razia Dinsos Kota Medan
“Aku sangat nyaman diokasi ini. Jauh dari kebisingan kota dan hiruk-pikuk yang bisa bebani pikiran.Di dini, aku menemukan diriku yang seutuhnya.
Walau musim hujan agak keruh, tapi kalau musim kemarau jernih. Karena ini memang menarik, masyarakat dari siborong-borong pun datang kemari,” terang Boy Sianipar.
“Saya sendiri kerap meluangkan waktu ke sini, cuman mencari kenyamanan. Tapi, saat di sini tatakrama dan sopan santun mesti dijaga. Tempat ini masih bersih dan alam pun akan marah kalau kita mengotori mereka (alam),” ungkapnya.
Hingga sore hari, www.tribunmedan.id bersama Boy Sianipar habiskan waktu di sana bercerita dan berbagi informasi.
Nikmati keindahan alam di sana adalah sebuah kegiatan bermakna saat liburan atau weekend.
(cr3/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sampuran-aek-bolon-yang-terletak-di-desa-aek-bolon-julu-kecamatan-balige.jpg)