Berlomba Dengan Waktu, KRI Rigel Bukan Kapal Biasa, Kehebatannya Diharapkan Temukan KRI Nanggala

KRI Rigel-933 juga dilengkapi peralatan Sub Bottom Profile SES 2000 yang mampu mencitrakan badan sedimen dasar laut.

Dok Koarmada I
KRI Rigel-933 di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Senin (18/1/2021). Pernah diterjunkan saat pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 

Robot bawah air ini dilengkapi dua buah kamera bawah air dan satu buah kamera tiga dimensi.

Baca juga: Jawaban Buya Yahya, Kenapa Datangnya Malam Lailatul Qadar Selalu Disembunyikan Allah SWT

Baca juga: KAPAL Selam KRI Nanggala-402 Kemungkinan Terbawa Arus ke Perairan yang Lebih Dalam Arah Timur

Baca juga: Sudah 12 Hari Puasa Ramadhan, Jangan Sampai Batal, Sebab Ganjarannya Dilipatgandakan Seribu Kali

Anggota TNI AL mengamati KRI Rigel-933 yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/5/2015). Alutsista baru TNI AL buatan Perancis yang diklaim berteknologi paling canggih se-Asia dalam survei dan pemetaan bawah laut tersebut tiba di Jakarta setelah berlayar selama 50 hari dari Perancis.
Anggota TNI AL mengamati KRI Rigel-933 yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/5/2015). Alutsista baru TNI AL buatan Perancis yang diklaim berteknologi paling canggih se-Asia dalam survei dan pemetaan bawah laut tersebut tiba di Jakarta setelah berlayar selama 50 hari dari Perancis. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

ROV mampu mengambil contoh material dasar laut sebagai bahan penelitian, dengan kemampuan sampai dengan kedalaman 1.000 meter.

Dilansir KompasTV, KRI Rigel-933 sebelumnya sukses menemukan titik lokasi jatuhnya pesawat dan dua sinyal black box Sriwijaya SJ-182.

Berlomba dengan Waktu

Tim pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4/2021) dini hari, berlomba dengan waktu.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, berharap KRI Nanggala-402 bisa ditemukan sebelum Sabtu (24/4/2021) dini hari.

Pasalnya, kapasitas oksigen yang ada dalam kapal selam buatan Jerman ini hanya bisa bertahan selama tiga hari.

"Blackout itu mampu 72 jam, sekitar 3 hari. Jadi bisa sampai Sabtu jam 03.00 WIB."

"Sehingga cadangan oksigen masih ada," terang Yudo dalam konferensi pers, Kamis (22/4/2021), dilansir Tribunnews.

"Mudah-mudahan ini dapat segera ditemukan sehingga kondisi oksigen masih ada," imbuhnya.

Foto yang diambil pada tanggal 5 Oktober 2017 ini menunjukkan kapal selam Cakra Indonesia KRI Nanggala berlayar dari pelabuhan di Cilegon, Banten.
Foto yang diambil pada tanggal 5 Oktober 2017 ini menunjukkan kapal selam Cakra Indonesia KRI Nanggala berlayar dari pelabuhan di Cilegon, Banten. (AFP)

Berdasarkan hal tersebut, oksigen KRI Nanggala-402 diperkirakan hanya tersisa delapan jam hingga Sabtu pukul 03.00 WIB, terhitung sejak Jumat pukul 18.36 WIB.

Hingga pada hari Jumat (23/4/2021), TNI telah mengerahkan 21 KRI untuk mempercepat proses pencarian KRI Nanggala-402.

"KRI yang dikerahkan dalam proses pencarian sekarang sebanyak 21, 21 itu termasuk KRI Aluguro 405 yang juga kapal selam," kata Kapuspen TNI, Mayjen TNI Achmad Riad, dalam konferensi pers, Jumat, dilansir Tribun Bali.

Dari pihak kepolisian juga menerjukan sebanyak empat kapal, yakni Kapal Jelantik, Kapal Enggang, Kapal Barantang, dan Kapal Balang.

Diketahui, KRI Nanggala-402 menghilang tepat 46 menit setelah izin menyelam diberikan.

Kapal selam ini pun hilang kontak saat melakukan latihan menembak rudal D802 dan torpedo.(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Maliana/Gita Irawan, Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

(*/ Tribun-Medan.com)

Artikel ini sudah tayang di TRIBUNNEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved