Breaking News:

Suap Wali Kota Tanjungbalai

Sah, Wali Kota Tanjungbalai Diborgol dan Pakai Rompi Tahanan KPK, Syahrial: Saya Mohon Maaf

Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial saat ini resmi memakai rompi tahanan berwarna oranye. Dia juga meminta maaf kepada masyarakat Tanjungbalai

Editor: Array A Argus
TRIBUNNEWS
Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial menggunakan rompi oranye tahanan KPK, Sabtu (24/4/2021). Syahrial dijerat dalam perkara suap.(TRIBUNNEWS) 

TRIBUN-MEDAN.com,--Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KP), Sabtu (24/4/2021).

M Syahrial tampak menggunakan rompi tahanan berwarna oranye dengan kedua tangan dibporgol.

Syahrial diamankan KPK dalam kasus dugaan suap penerimaan hadiah atau janji terkait perkara tahun 2020-2021.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, Syahrial ditahan di Rutan KPK Cabang Kavling C1 Gedung ACLC selama 20 hari kedepan.

Baca juga: Kronologi Lengkap Penyuapan Penyidik KPK hingga Wali Kota Tanjungbalai Ditetapkan Tersangka

"Untuk kepentingan penyidikan, tim penyidik melakukan penahanan pada tersangka MS (M. Syahrial) untuk 20 hari kedepan terhitung dimulai tanggal 24 April 2021 sampai dengan 13 Mei 2021," kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan Rutan KPK, Firli mengatakan, Syahrial akan lebih dahulu dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Kavling C1.

Usai konferensi pers penahanan Syahrial rampung, Wali Kota Tanjungbalai itu diantarkan petugas KPK menuju mobil tahanan.

Dalam kesempatan itu, lelaki yang pernah menyandang rekor Muri sebagai Wali Kota termuda tersebut menyampaikan permohonan maafnya kepada warga Tanjungbalai atas tindak pidana korupsi yang dilakukannya.

Baca juga: Hari Ini Wali Kota Tanjungbalai Digelandang ke KPK, Jubir KPK: Segera Dilakukan Pemeriksaan

"Ya, saya menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kota Tanjungbalai yang sudah saya lakukan," ucap Syahrial dengan tangan terborgol.

Syahrial kemudian berjanji akan kooperatif dan memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya kepada KPK.

"Saya akan kooperatif memberikan keterangan yang baik dan benar kepada KPK RI," katanya sebelum menaiki mobil tahanan KPK.

KPK sebelumnya telah lebih dulu menahan penyidik Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Patujju dan pengacara Maskur Husain.

Komisi antikorupsi menetapkan ketiganya sebagai tersangka penerimaan hadiah atau janji terkait perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021.

Baca juga: Rekam Jejak Penyidik KPK Pemeras Wali Kota Tanjungbalai, Punya Nilai di Atas Rata-rata 100 Persen

Pemberian suap sebesar Rp1,3 miliar oleh Syahrial pada Robin dimaksudkan agar kasus penyidikan suap terkait jual beli jabatan yang diusut KPK di Pemerintah Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara dihentikan.

Selain itu, Markus Husain juga diduga menerima uang dari pihak lain sekira Rp200 juta, sedangkan Syahrial dari bulan Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama Riefka Amalia, yang mana ialah teman dari saudara Syahrial, sebesar Rp438 juta.

Atas perbuatannya Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 UU No 20 sebagaimana telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Terseret Kasus Korupsi Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, Ini Peran Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin

Sementara M. Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 UU No. 20 sebagaimana telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kenakan Rompi Tahanan KPK, Wali Kota Tanjungbalai Sampaikan Permohonan Maaf

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved