Sungai Bedera
Sungai Bedera Sudah Mirip Parit Busuk, Air Hitam dan Dipenuhi Sampah, Warga: Kalau Bisa Dikeruk
Sungai Bedera yang melintasi Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan airnya hitam dan sudah mirip dengan parit busuk
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Sungai Bedera yang melintasi Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan kondisinya mirip dengan parit busuk.
Air sungai menghitam, dan hampir di sepanjang lintasan sungai dipenuhi sampah.
Ada dugaan, air Sungai Bedera ini tercemar dengan berbagai limbah pabrik dan rumah.
"Kondisi air menghitam ini sudah menahun terjadi. Sampahnya ini pun mungkin kiriman juga. Karena ini kan hilir," kata N Sembiring, warga bantaran Sungai Bedera, Jumat (23/4/2021).
Baca juga: Pembebasan Lahan untuk Pelebaran Sungai Bedera Habiskan Anggaran Rp 120 M
Dia mengatakan, dahulunya Sungai Bedera ini dipakai untuk kegiatan masyarakat sehari-hari.
Tapi belakangan, karena kondisinya yang kotor dan menghitam, tak ada lagi warga yang mau menggunakan Sungai Bedera.
Sebab, warga khawatir akan terkena penyakit, misalnya saja gatal-gatal.
"Ya, lihat sendiri lah kondisinya. Sudah seperti parbus (parit busuk) Sungai Bedera ini," katanya.
Baca juga: Sungai Bedera Dilebarkan hingga 8 Meter, Solusi Entaskan Banjir di Medan Sunggal dan Helvetia
Sembiring berharap, Sungai Bedera ini bisa dikeruk.
Kemudian, semua sampahnya bisa diangkut.
Agar tidak ada lagi warga yang sembarangan membuang sampah, menurutnya Pemerintah Kota Medan perlu mengambil langkah tegas.
"Yang ketahuan buang sampah ke sungai ini ditangkap saja. Kalau perlu dipenjarakan," kata Sembiring.
Menurutnya, sanksi denda sudah tak mempan bagi masyarakat.
Baca juga: Bobby Nasution Benahi Satu Persatu Masalah Kota Medan, Kini Normalisasi Sungai Bedera
Sementara itu, Camat Marelan Yunus mengatakan pihaknya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi.
"Namun masyarakat ini masih banyak juga yang belum sadar. Masih ada saja yang buang sampah sembarangan," katanya.