Breaking News:

Ekosistem Ultra Mikro Jadi Strategi Pegadaian Bantu Pelaku Usaha Mikro di Masa Pandemi

PT Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan non bank di Indonesia yang ikut dalam program ini dengan menghadirkan pembiayaan ultra mikro.

Penulis: Truly Okto Hasudungan Purba
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO PURBA
SEJUMLAH nasabah sedang bertransaksi di kantor Pegadaian Cabang kota Medan, Jumat (7/5/2021). Pegadaian berkomitmen mewujudkan pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PT Pegadaian (Persero) terus gencar membentuk ekosistem ultra mikro sebagai salah satu strategi untuk membantu pelaku usaha mikro dalam menjalankan usaha di masa pandemi Covid-19. Seperti diketahui bersama, selama kurun waktu satu tahun terakhir, jutaan pelaku usaha di Indonesia baik usaha mikro, kecil, dan menengah harus merasakan dampak yang tidak kecil sebagai akibat dari pandemi Covid-19 mulai dari mengurangi produksi, pengurangan karyawan, hingga menutup usaha.

Penurunan di sektor ekonomi masih terus berlangsung hingga saat ini. Untuk mengatasi penurunan ini,  pemerintah terus mengeluarkan kebijakan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Salah satu strategi yang dilakukan pemerintah adalah menyalurkan stimulus melalui lembaga keuangan bank dan non bank kepada pelaku UMKM dalam bentuk pembiayaan (kredit).

PT Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan non bank di Indonesia yang ikut dalam program ini dengan menghadirkan pembiayaan ultra mikro.

Direktur Utama PT. Pegadaian Kuswiyoto dalam keterangan persnya mengatakan, Pegadaian berkomitmen untuk membangkitkan pembiayaan ultra mikro. Apalagi saat ini banyak pelaku usaha mikro yang terkena dampak pandemi Covid-19 dan membutuhan pembiayaan modal kerja dan pendampingan untuk membangkitkan usahanya.

Terkait pembiayaan ini, kata Kuswiyoto, Pegadaian mendapatkan kepercayaan dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk menyalurkan dana ultra mikro sebesar Rp 1,5 triliun kepada 354.000 pelaku usaha ultra mikro di tahun 2021.

Baca juga: Nasabah Pegadaian Swasta Kebanyakan Mahasiswa, Gadaikan Barang untuk Bayar Uang Kuliah

“Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2020 lalu dimana Pegadaian telah menyalurkan dana ultra mikro sebesar Rp 1,038 triliun untuk 219.000 nasabah. Penyaluran dana ini semakin membuktikan bahwa Pegadaian terus berperan aktif dalam meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut Kuswiyoto, sejak tahun 2017, Pegadaian telah menyalurkan pembiayaan ultra mikro dalam bentuk kredit produktif dengan skema gadai dan fidusia. Mulai pertengahan 2020 khusus untuk skema gadai, debitur dapat memilih pola pembiayaan dengan prinsip konvensional atau syariah. Pembiayaan ini berlaku di seluruh Indonesia yang dikelola masih-masing kantor wilayah (Kanwil).

Di Kanwil I Medan, jumlah pelaku usaha mikro yang mengakses pembiayaan ultra mikro ini  menunjukkan angka yang cukup baik. Kepala Humas dan Protokoler PT Pegadaian Kanwil I Medan, Ghoper Manurung mengatakan, hingga 30 April 2021, terdapat sebanyak 1.537 pelaku usaha yang mengakses pembiayaan ultra mikro di wilayah Kanwil I Medan. Sedangkan total omset yang disalurkan sebesar Rp 9.487.789.400.

Pegadaian, kata Ghoper, menargetkan penyaluran pembiayaan ultra mikro kepada para pelaku usaha mikro yang membutuhkan tambahan modal seperti seperti warung makan, warung kelontong, usaha menjahit, kios pulsa dan usaha mikro lainnya. “Apalagi banyak pelaku usaha mikro yang selama ini tidak dapat mengakses kredit atau pembiayaan dari perbankan karena kendala agunan. Untuk pembiayaan ultra mikro Pegadaian, pelaku usaha mikro cukup menyerahkan BPKP kendaraan bermotor sebagai agunan,” kata Ghoper di Medan, Jumat (7/5/2021).

Ghoper menjelaskan, pembiayaan ultra mikro Pegadaian disalurkan melalui tiga produk yakni: Kreasi Ultra Mikro, KCA Ultra Mikro (UMi) dan Rahn Ultra Mikro (UMi). Perbedaan ketiga produk ini ada di sistem pembiayaannya.

Kreasi Ultra Mikro adalah fasilitas pembiayaan berbasis fidusia dengan tarif sewa modal sebesar 1,25 persen per bulan dengan jangka waktu 12 - 36 bulan dan range pembiayaan dari Rp1 juta sampai dengan Rp10 juta. Sementara, KCA/Rahn UMi adalah pembiayaan berbasis gadai/rahn dengan tarif 1,05 persen per 15 hari untuk KCA UMi dan 0,64 persen per 10 hari untuk Rahn UMi dan range pembiayaan mulai dari Rp1 juta hingga Rp10 juta.

Dikatakan Ghoper, keunggulan pembiayaan ultra mikro Pegadaian adalah sewa modal (bunga) yang rendah hanya 1,25 persen per bulan dengan jangka waktu pengembalian kredit antara 12 bulan hingga 36 bulan.  “Sewa modal pembiayaan ultra mikro ini tergolong kecil dan tidak memberatkan pelaku usaha mikro sebagai nasabah. Nasabah akan tenang menjalankan usaha tanpa terbeban dengan sewa modal (bunga) yang tinggi,” katanya.

Ghoper mengatakan, pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan berakhir diperkirakan masih akan berdampak pada perekonomian Indonesia di berbagai sektor, termasuk sektor UMKM. Karena itulah, Pegadaian, kata Ghoper mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan stimulus dari pemerintah yang disalurkan kepada UMKM melalui Pegadaian.

“Syaratnya tak sulit. Pelaku usaha yang ingin mendapatkan pembiayaan ultra mikro cukup  mendatangi outlet Pegadaian terdekat dengan menyerahkan dokumen meliputi: foto nasabah, foto KTP nasabah dan pasangan/keluarga dalam satu kartu keluarga, foto kartu keluarga, foto jaminan, foto usaha, dan foto tempat tinggal. Kalau berkas lengkap dan survei selesai dilakukan, pembiayaan akan dicairkan antara tiga hingga empat hari kerja,” katanya.(top/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved