Breaking News:

Polisi Terlibat Narkoba

Hukuman Kanit Narkoba Kasus Ganja Diperberat Setelah Nekat Ajukan Banding

Pengadilan Tinggi (PT) Medan memperberat hukuman oknum polisi yang jadi pengedar ganja setelah melakukan upaya banding

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Sembilan terdakwa mengikuti sidang putusan kasus narkoba secara daring di Pengadilan Negeri, Medan, Selasa (12/1/2021). Majelis hakim memvonis terdakwa dengan masing-masing 10 hingga 20 tahun kurungan terkait kasus perkara rekayasa 372 kilogram ganja yang melibatkan delapan personel Polres Padangsidimpuan. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Upaya banding yang dilakukan eks Kanit IV Sat Narkoba Polres Padangsidempuan, Aiptu Martua Pandapotan kandas.

Oknum polisi yang terjerat kasus rekayasa 327 kilogram ganja ini terpaksa menerima kenyataan pahit, lantaran Pengadilan Tinggi (PT) Medan memperberat hukumannya. 

Sebagaimana yang dilansir website Sistem Penelusuran Informasi Perkara Pengadilan Negeri Medan, bahwa vonis Aiptu Martua Pandapotan ditambah menjadi 20 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan kurungan. 

Baca juga: Mulyono Laporkan 3 Oknum Polisi ke Propam Polda Sumut karena Bersikap Arogan ke Pelaku UMKM

"Menyatakan permintaan banding dari Penuntut Umum dan terdakwa melalui penasihat hukumnya dapat diterima,"

"Mengubah Putusan Pengadilan Negeri Medan tanggal 12 Januari 2021, Nomor 2443/Pid.Sus/2020/PN Mdn yang dimohonkan banding sekedar mengenai pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa, sedangkan yang selebihnya dapat dikuatkan," demikian bunyi vonis Hakim Ketua Supriyono didampingi hakim anggota Ardy Djohan dan Dahlan Sinaga.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yang diketuai Jarihat Simarmata menjatuhkan Aiptu Martua Pandapotan kurungan penjara selama 13 tahun, denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan penjara. 

Baca juga: Operasi Senyap Mabes Polri, 5 Oknum Polisi (2 Perwira) dan 3 Sipil Ditangkap Pesta Sabu di Hotel

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan, menuntut Martua dengan pidana penjara seumur hidup.

Sementara itu, dalam dakwaan JPU Abdul Hakim Sorimuda Harahap disebutkan, bahwa perkara ini berawal ketika Edi Anto Ritonga alias Gaya menerima pekerjaan dari Mulia (DPO) pada awal Februari 2020. 

Selanjutnya, Mulia menyerahkan 15 karung ganja dan menyebut harga modal Rp 1.600.000 per kilogram, sehingga total modalnya Rp 400.000.000. 

Narkotika itu kemudian dibawa dan disimpan di gudang samping rumah Gaya di Jalan Alboin Hutabarat, Gang Dame Kampung Darek, Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidempuan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved