Breaking News:

Polisi Terlibat Narkoba

Hukuman Kanit Narkoba Kasus Ganja Diperberat Setelah Nekat Ajukan Banding

Pengadilan Tinggi (PT) Medan memperberat hukuman oknum polisi yang jadi pengedar ganja setelah melakukan upaya banding

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Sembilan terdakwa mengikuti sidang putusan kasus narkoba secara daring di Pengadilan Negeri, Medan, Selasa (12/1/2021). Majelis hakim memvonis terdakwa dengan masing-masing 10 hingga 20 tahun kurungan terkait kasus perkara rekayasa 372 kilogram ganja yang melibatkan delapan personel Polres Padangsidimpuan. 

Kemudian, pada Kamis (27/2/2020), Kampung Darek digerebek Satuan Reserse Narkoba Polres Tapanuli Selatan.

Baca juga: Diduga Konsumsi Ganja dan Sabu, Sederet Fakta Terungkap saat Sopir Angkutan Lakukan Tes Urine

Lokasi yang digerebek sekitar 500 meter dari rumah Edi Anto Ritonga alias Gaya

Pria yang bekerja sebagai sopir ini mulai was-was.

Keesokan harinya, dia menghubungi Mulia dan memintanya mengambil 15 karung ganja dari rumahnya. 

“Angkat dari sini ganja ini, kalau enggak aku buang,” katanya.

Mulia menjawab, “Jangan, nanti ada yang jemput".

Sementara hari itu juga, Edi Santoso alias Edi Ramos (DPO) menghubungi Bripka Witno Suwitno.

Baca juga: Cilukba! Bak Main Petak Umpet, Oknum Polisi Digerebek Sembunyi di Kamar Mandi Bareng Istri Orang

Dia menyatakan mau menyerahkan ganja miliknya yang ada di Kampung Darek, syaratnya dia dan Edi Anto Ritonga tidak ditangkap.

Singkat cerita, Bripka Witno Suwito bersama 7 rekan satu unitnya bertemu dengan Edi Anto Ritonga dan Kucok (DPO).

Mereka memasukkan sejumlah karung plastik berisi narkotika jenis ganja ke mobil Honda Jazz putih yang digunakan aparat kepolisian.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved