Breaking News:

Tarik Pelunasan Haji tak Hilangkan Status Calon Jemaah

Penarikan setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tidak menghilangkan status calon jemaah haji.

Editor: Perdata O Ginting S
Tribun-medan.com/HO
IBADAH HAJI - Dokumentasi Sri Astuti dan suami saat melakukan manasik haji tahun 2020 lalu. (Tribun-medan.com/HO) 

MEDAN-TRIBUN.com, JAKARTA - Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Sesditjen PHU) Ramadan Harisman mengatakan, penarikan setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tidak menghilangkan status calon jemaah haji.

Para jemaah yang melakukan penarikan tetap akan berstatus calon jemaah haji pada pemberangkatan yang ditunda hingga 2022 mendatang.

"Meski diambil setoran pelunasannya, jemaah tidak kehilangan statusnya sebagai calon jemaah haji, yang akan berangkat pada 1443 H/2022 M," ujar Ramadan melalui keterangan tertulis, Jumat (4/6).

Kementerian Agama memberi kesempatan bagi jemaah yang batal berangkat untuk menarik kembali setoran pelunasan Bipih yang telah dibayarkan. Pengembalian ini diatur dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) No 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M.

Baca juga: Daftar Tunggu Haji Sumut Jadi 20 Tahun

"Calon jemaah haji batal berangkat tahun ini dan sudah melunasi Bipih, dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan,” ujar Ramadan. Ia menambahkan, proses pengembalian setoran pelunasan Bipih memakan waktu sembilan hari.

Kemenag memberi kesempatan bagi jemaah yang batal berangkat untuk menarik kembali setoran pelunasan Bipih. "Seluruh tahapan ini diperkirakan sembilan hari," ujarnya.

Ramadan mengatakan, prosesnya dua hari di Kankemenag Kabupaten Kota. Lalu tiga hari di Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag. Selanjutnya dua hari lagi di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Dan, dua hari proses transfer dari bank penerima setoran ke rekening jemaah," kata Ramadan. Berdasar KMA, ada tujuh tahapan pengembalian dana haji. Pertama, jemaah mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis kepada Kepala Kankemenag Kabupten/Kota tempat mendaftar haji dengan menyertakan syarat.

Baca juga: 8.168 Calon Jemaah Haji asal Sumut Batal Berangkat Tahun Ini, Daftar Tunggu Kini Jadi 20 Tahun

Syarat tersebut adalah, bukti asli setoran lunas Bipih yang dikeluarkan oleh Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih, fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jemaah haji dan memperlihatkan aslinya. Lalu, fotokopi KTP dan memperlihatkan aslinya. Syarat terakhir, nomor telepon yang bisa dihubungi.

Kedua, permohonan jemaah tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi kepala seksi yang membidangi urusan Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kankemenag Kabupaten/Kota.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved