Breaking News:

Layanan GeNose C19 di Bandara Kualanamu Dapat Respon Positif, Penumpang : Tak Perlu Cucuk Hidung

Layanan GeNose C19 untuk tes Covid-19 di Bandara Internasional Bandara Kualanamu, mendapat respon positif.

TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
Petugas memberikan penjelasan bagaimana menggunakan kantong tes GeNose C19 di Bandara Internasional Kualanamu, Senin (7/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, KUALANAMU - Layanan GeNose C19 untuk tes Covid-19 di Bandara Internasional Bandara Kualanamu, mendapat respon positif dari sejumlah calon penumpang yang hendak melakukan penerbangan.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Meinarti warga Kota Medan yang hendak terbang ke Kota Batam. Ia menilai pelayanan tes GeNose C19 sudah lumayan baik.

Calon penumpang kereta api meniupkan nafas ke kantong plastik saat mengikuti tes di Stasiun Kereta Api, Medan, Sabtu (22/5/2021). Stasiun Kereta Api Medan perdana menggunakan GeNose C19 untuk tes Covid-19 bagi para calon penumpang jarak jauh, hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan.
Calon penumpang kereta api meniupkan nafas ke kantong plastik saat mengikuti tes di Stasiun Kereta Api, Medan, Sabtu (22/5/2021). Stasiun Kereta Api Medan perdana menggunakan GeNose C19 untuk tes Covid-19 bagi para calon penumpang jarak jauh, hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

"Pelayanannya lumayan oke kok, daripada antigen. Ini baru pertama sekali ngetes menggunakan GeNose C19, sebelumnya selalu pakai rapid antigen," ujar Meinarti, Senin (7/6/2021).

Meinarti mengungkapkan, kalau tes rapid antigen cukup membuatnya sedikit merasa khawatir, akibat stik yang dimasukan ke dalam lubang hidung.

Baca juga: Kepala Desa Hutanamora Perlihatkan Keindahan Air Terjun Sibombongan Balige

"Hidung udah enggak di cucuk, kalau di cucuk seperti rapid antigen jadi sakit. Kalau ini cuma nafas aja yang dikeluarin. Jadi enggak perlu merasa khawatir," ujar Meinarti.

"Untuk biaya lebih murah GeNose C19 daripada rapid antigen. Kalau GeNose hanya Rp 40 ribu, sedangkan rapid antigen bisa Rp 180 ribu," sambungnya.

Wanita berkaos merah ini kembali menegaskan, tentu dengan adanya layanan GeNose C19, sangat mempermudah masyarakat yang hendak melakukan perjalanan. Enggak perlu merasakan sakit lagi.

Petugas medis memasukkan kantong berisi CO2 milik calon penumpang kereta api untuk dites Covid-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Kereta Api, Medan, Sabtu (22/5/2021). Stasiun Kereta Api Medan perdana menggunakan GeNose C19 untuk tes Covid-19 bagi para calon penumpang jarak jauh, hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan.
Petugas medis memasukkan kantong berisi CO2 milik calon penumpang kereta api untuk dites Covid-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Kereta Api, Medan, Sabtu (22/5/2021). Stasiun Kereta Api Medan perdana menggunakan GeNose C19 untuk tes Covid-19 bagi para calon penumpang jarak jauh, hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

"Hasilnya saya Negatif, saya mau berangkat Ke Kota Batam," ujar Meinarti.

Baca juga: Kesiapan Perangkat 5G, Kini Hadir Serangkaian Gawai Untuk Dukung Layanan Terkomsel 5G

Sementara itu, Amatan wartawan www.tribun-medan.com dilokasi, tampak beberapa penumpang begitu antusias melalukan tes GeNose C19 yang berada di Atrium Lantai 1 Bandara Internasional Kualanamu.

Sejumlah petugas tampak membantu sejumlah penumpang yang ingin melakukan tes.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Anil Rasyid
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved