Breaking News:

Dampak Erupsi, Lahan Pertanian Rusak Terpapar Abu, Petani : Sudah Enggak Ada Yang Mau Beli

Dirinya mengatakan, saat tiba di ladang dirinya sudah lemas melihat tanaman cabai dan kentang miliknya sudah rusak.

TRIBUN MEDAN/ NASRUL
Petani memanen cabai yang sudah terpapar abu vulkanik, di perladangan yang ada di Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran, Selasa (8/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, NAMANTERAN - Akibat perasaan erupsi dan awan panas dari Gunung Sinabung yang terjadi pada Minggu (6/6/2021) kemarin, sejumlah wilayah di Kecamatan Namanteran terpapar abu vulkanik dan kerikil.

Selain pemukiman warga, dampak ini juga terjadi di sejumlah lahan pertanian milik masyarakat di Kecamatan Namanteran.

Amatan www.tribun-medan.com, di perladangan yang ada di kawasan perladangan yang terlihat cukup parah terdampak berada di Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran. Di sini, tampak tanaman seperti cabai, tomat, dan kentang hampir sebagian besar tertutupi oleh abu vulkanik.

Bahkan, di bagian bawahnya tampak masih ada sisa bebatuan berukuran kecil yang mengendap hingga menutupi tanah yang ada di sela-sela tanaman ini.

Baca juga: Penyakit Autoimun Ashanty Belum Sembuh, Istri Anang Malah Didiagnosa Idap Penyakit Lain

Tanaman yang biasa terlihat segar, kini sudah tampak tertutupi oleh debu sisa dari aktivitas erupsi.

Petani memanen cabai yang sudah terpapar abu vulkanik, di perladangan yang ada di Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran, Selasa (8/6/2021).
Petani memanen cabai yang sudah terpapar abu vulkanik, di perladangan yang ada di Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran, Selasa (8/6/2021). (TRIBUN MEDAN/ NASRUL)

Seorang petani di kawasan ini Nur Liana bru Ginting, mengungkapkan pascaerupsi yang terjadi kemarin lahan pertaniannya sudah seluruhnya tertutupi oleh abu vulkanik.

Dirinya mengatakan, saat tiba di ladang dirinya sudah lemas melihat tanaman cabai dan kentang miliknya sudah rusak.

"Keadaannya seperti ini lah sekarang, tanaman kita sudah semuanya rusak. Sudah semuanya habis tertutup abu," ujar Nur Liana, Selasa (8/6/2021).

Nur Liana menjelaskan, tanaman cabai miliknya ini masih beberapa persen yang sudah bisa dipanen. Namun, karena kondisinya sudah tertutup abu seperti ini maka hanya kemungkinan kecil bisa dipanen.

"Gimana lagi mau dipanen sudah rusak, yang ada enggak mau orang beli," katanya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved